Selasa, 29 September 2026
03:29 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Kapal induk Jerman Graf Zeppelin

Kapal induk Jerman Graf Zeppelin

kapal perang

250px-Graf-Zeppelin-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Graf Zeppelin setelah peluncurannya pada 8 Desember 1938
Sejarah
Jerman Nazi
Nama Graf Zeppelin
Asal nama Pangeran Ferdinand von Zeppelin
Pembangun Deutsche Werke, Galangan Kapal Kiel
Pasang lunas 28 Desember 1936
Diluncurkan 8 Desember 1938
Nasib Tenggelam sebagai kapal sasaran pada 16 Agustus 1947
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis Kapal induk kelas-Graf Zeppelin
Berat benaman 33.550 ton panjang (34.088 t) (berat benaman)
Panjang 2.625 m (8.612 ft 2,5 in)
Lebar 362 m (1.187 ft 8,0 in)
Sarat air 85 m (278 ft 10,5 in)
Tenaga 200.000 tenaga kuda poros (149.140,0 kW)
Pendorong 4 turbin gir
Kecepatan 338 kn (626,0 km/h; 389,0 mph)
Jangkauan 8.000 nmi (14.816,0 km; 9.206,2 mi) pada 19 kn (35,2 km/h; 21,9 mph)
Awak kapal 1,720
Senjata
Pelindung
  • Sabuk: 100 mm (3,9 in)
  • Dek penerbangan: 45 mm (1,8 in)
  • Dek utama: 60 mm (2,4 in)
Pesawat yang
diangkut

Kapal induk Jerman Graf Zeppelin adalah kapal utama dalam kelas dua kapal induk dengan nama yang sama yang dipesan oleh Kriegsmarine Jerman Nazi. Ia adalah satu-satunya kapal induk yang diluncurkan oleh Jerman dan merupakan bagian dari upaya Kriegsmarine untuk menciptakan armada laut yang seimbang, yang mampu memproyeksikan kekuatan angkatan laut Jerman jauh melampaui batas sempit Laut Baltik dan Laut Utara. Kapal induk ini akan memiliki 42 pesawat tempur dan pesawat pengebom tukik.

Konstruksi

Kriegsmarine tidak pernah menamai kapal ini sebelum diluncurkan, sehingga diberi kode "A" sebelum dia beroperasi. Kontrak untuk membuat kapal ini telah diberikan kepada Friedrich Krupp Germaniawerft di Kiel pada 1936. Kapal induk ini mempunyai penampilan yang konvensional, dan dimaksudkan untuk didukung oleh skuadron Me-109 dan Ju87 disesuaikan untuk tugas Kapal Induk. Kapal ini dipesan pada 16 November 1935 dan mulai dibangun pada 28 Desember 1936 oleh Deutsche Werke dari Kiel.[2]

Rencana persiapan operasinya adalah bahwa Kapal Induk Jerman ini akan menjadi bagian dari suatu armada penyerangan perniagaan dan dapat melakukan banyak tugas-tugas sesuai keperluan yang kurang dapat dilakukan oleh armada Kriegsmarine. Tirpitz dan Bismarck dibuat untuk menyerang dan mengganggu kapal perdagangan barang, skuadron udara milik Kapal Induk dapat mencari kapal dagang musuh dan melindungi kapal perang penjelajah dari serangan udara dan kapal tempur sekutu jika diperlukan.

Sesuai dengan persyaratan dari perjanjian kelautan Anglo-Jerman pada 1935, Angkatan Laut Jerman diizinkan untuk memiliki kapal induk seberat sekitar 42.672 ton/42.000 ton dan dua kapal dengan berat maksimal 20.000 ton. Desainer Jerman tidak berpengalaman dalam desain kapal induk, dan cacat terlihat dalam kebutuhan untuk kecepatan tinggi, perlindungan yang baik dan persenjataan berat yang kurang. Pengendalian kapal yang baik dalam kecepatan tinggi diperlukan dan desainnya mengembangkan lambung panjang dengan ruang kosong yang cukup. Hangar besar dengan tiga elevator dan dua ketapel juga standar. Dek penerbangan sangat berat sehingga tambahan tonjolan lambung diperlukan untuk menambah kekuatan, dek penerbangan juga berakhir dekat busur seperti pada desain Jepang. Tonase yang diizinkan di bawah perjanjian 1935 meningkat sebesar 50 persen selama pelaksanaan konstruksi.

Masalah pada desain terus berlanjut terutama pada ketapel dan pesawat. Masalah yang terjadi pada pesawat disebabkan oleh petinggi Luftwaffe yang menuntut pasukan udara akan berada di bawah kontrol mereka, bukan Kriegsmarine. Persengketaan ini memperlambat desain pesawat terbang yang dibutuhkan untuk tugas kapal induk dan memperlambat waktu pengoperasian kapal induk ini.[3]

Nasib

Diluncurkan pada 8 Desember 1938, kapal ini tidak pernah selesai ataupun bertugas penuh. Setelah Perang Dunia II, kapal ini digunakan oleh Uni Soviet untuk mengangkut barang. Kemudian pada 16 Agustus 1947, oleh Soviet Graf Zeppelin difungsikan sebagai kapal sasaran tembak. Setelah 24 kali dibom, kapal ini masih belum juga tenggelam hingga kemudian harus ditorpedo.[4]

Posisi tenggelam kapal ini tidak pernah diketahui pasti selama dekade lamanya sebelum akhirnya pada 12 Juli 2006 bangkai Zeppelin ditemukan sebuah kapal Polandia tak jauh dari pelabuhan Łeba.[5][6]

Referensi

  1. 1 2 3 Chesneau, hal. 76–77
  2. ↑ Breyer, hal. 11
  3. ↑ Reynolds, hal. 47
  4. ↑ Shirokorad, pp. 108–112.
  5. ↑ "'Nazi aircraft carrier' located". BBC News. 28 Juli 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Boyes, Roger (27 Juli 2006). "Divers find Hitler's aircraft carrier". The Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-17. Diakses tanggal 2 Juni 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kapal induk Jerman Graf Zeppelin.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan