Selasa, 20 Oktober 2026
03:20 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Gong Garantung

Bagikan:

Gong Garantung adalah alat musik tradisional suku Dayak yang diklasifikasikan sebagai salah satu alat musik dalam kelompok idiofon yang terbuat dari bahan campuran jenis logam (besi, kuningan dan perunggu). Alat musik ini mirip dengan alat musik gong pada gamelan jawa, tetapi perbedaanya terletak pada bunyi yang di hasilkan. bunyi dari alat musik gong pada gamelan Jawa terdengar dengan getaran yang lebih panjang, sedangkan bunyi dari alat musik khas Kalimantan Tengah ini cukup pendek.[1][2] Selain itu, perbedaan alat musik ini dengan gamelan Jawa tampak pada jumlah dan cara memainkannya, Garantung lebih merujuk pada instrumen Kempul. Namun dalam hal ini, Garantung lebih mendominasi permainannya untuk hal melodi pada ansambel ritual dan merupakan instrumen utama, dan Garantung dimainkan dengan tempo yang lebih cepat. Sedangkan dalam memmainkannya, Garantung dibunyikan dengan menggunakan pemukul atau stick (alat tabuh) yang terbuat dari bahan kayu, tidak ada bahan yang khusus untuk pemukul Garantung yang terpenting kayu tersebut kuat untuk dipergunakan sebagai alat pemukulnya. Pada ujung pemukul tidak dilapisi dengan kain, karet ataupun bahan lainnya. Besarnya alat pemukul pun tidak ada ukuran tertentu, yang penting sesuai untuk menghasilkan bunyi apabila Garantung dimainkan.[3]

Sejarah

Menurut sebagian orang, Garantung masuk ke wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah dibawa oleh para pedagang dari tanah Jawa, tepatnya pada saat hubungan dagang antara pedagang dari Kalimantan dan Kerajaan Majapahit. Meski begitu, ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa masuknya garantung ke daratan Kalimantan dibawa oleh para pedagang asal Yunan (Tiongkok, India dan Melayu yang pada masanya memiliki pengaruh besar bagi perkembangan kehidupan masyarakat Suku Dayak.[4] Namun apabila menilik pada mitos dan kepercayaan suku Dayak, bahwa Garantung ada bersamaan turunnya manusia dari langit, bahwa Garantung adalah penanda status sosial dan harta berharga, dan melihat gambar serta ornamen Kapal atau perahu Banama Tingang (perahu naga suku Dayak zaman dahulu), bahwa dalam setiap bentuk gambar perahu tersebut terdapat beberapa benda menggantung berbentuk bundar seperti gong. Ada kemungkinan bahwa nenek moyang suku Dayak dahulu, pada saat berimigrasi ke pulau Kalimantan, mereka membawa serta pula peralatan berharga mereka seperti Garantung tersebut.[5] Di kalangan masyarakat Suku Dayak, Garantung juga dipercaya sebagai salah satu benda adat yang diturunkan dari Lewu Tatau (surga atau khayangan) sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi dengan roh-roh leluhur. Hingga kini keyakinan itu masih dipegang oleh masyarakat Dayak yang menganut agama Kaharingan (agama leluhur suku Dayak), tetapi bagi masyarakat suku Dayak yang sudah menganut agama baru (bukan Kaharingan), tentu kepercayaan bahwa Garantung adalah benda keramat sudah tidak mereka yakini lagi.[5]

Kegunaan

Hampir dalam setiap upacara ritual, Garantung menjadi alat musik yang dominan, baik untuk mengiringi Balian (para dukun adat/pemimpin upacara) menari dan menyanyikan mantra, mengumpulkan masyarakat, sehingga begitu terdengar hingga kejauhan. Dalam komunitas masyarakat Suku Dayak, Garantung juga digunakan untuk memberi tahu masyarakat luas tentang adanya suatu acara atau pesta yang dilaksanakan oleh salah satu keluarga, dan dari salah satu kampung ke kampung lain.[5] Begitu juga ketika ada acara kematian atau upacara Tiwah (dalam bahas Ngaju) atau Wara (dalam bahasa Dusun dan Ma'anyan) khususnya bagi para pemeluk Kaharingan (agama tua suku Dayak), pada saat jenazah masih disemayamkan di rumah duka, Garantung akan dimainkan untuk mengantarkan roh orang yang meninggal ke alam roh. Tari Kanjan sebagai salah satu tarian sakral untuk mengantarkan roh orang yang meninggal ke alam roh, Garantung menjadi alat musik yang dominan untuk mengiringi tarian tersebut. Garantung akan dimainkan dengan irama khusus dan sakral.[5]

Jenis

NamaGarantung Tantawak
UkuranKecil
Jumlah1 buah
Nada dasarG atau E
Ukuran lebar depan34 cm / 13,4 inci
Tinggi10 cm / 3.9 inci
Berat3,4 kg
BahanTembaga, Timah, Kuningan
Bahan Pemukul/StickKayu
Posisi PeletakanDigantung pada sebuah standard
NamaGarantung Lisung
UkuranSedang
Jumlah1 buah
Nada dasarD atau C
Ukuran lebar depan-
Tinggi-
Berat-
BahanTembaga, Timah, Kuningan, Logam lainya
Bahan Pemukul/StickKayu
Posisi PeletakanDigantung pada sebuah standard
NamaGarantung Papar
UkuranBesar
Jumlah1 buah
Nada dasarA
Ukuran lebar depan-
Tinggi-
Berat-
BahanTembaga, Timah, Kuningan, Logam lainya
Bahan Pemukul/StickKayu
Posisi PeletakanDigantung pada sebuah standard
NamaGarantung Bandih
UkuranKeci bernada besar
Jumlah1 buah
Nada dasar-
Ukuran lebar depan-
Tinggi-
Berat-
BahanTembaga, Timah, Kuningan
Bahan Pemukul/StickKayu
Posisi PeletakanDigantung pada sebuah standard

Nama-nama Garantung di atas akan berbeda lagi sebutannya untuk tiap-tiap suku di luar suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Sebagai contoh: Dayak Dusun menyebut dengan istilah Agung, yang terdiri dari Agung Paningkah dan Agung Paninti. Umumnya garantung di Kalimantan Tengah tidak disepuh atau dibuat mengkilap (menjadi berwarna kekuningan) seperti yang terdapat di Jawa atau di daerah lain, melainkan dibiarkan tetap berwarna hitam dan kasar pada permukaannya.[5]

Referensi

  1. ↑ "radiovella.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-23.
  2. ↑ "kebudayaanindonesia.net". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-16. Diakses tanggal 2015-03-23.
  3. ↑ "budayaindonesia.net". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-30. Diakses tanggal 2015-03-23.
  4. ↑ "dayakculture". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2015-03-23.
  5. 1 2 3 4 5 "dayak-artmusic". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2015-03-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan