Senin, 02 November 2026
09:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Goi dari Baekje

Bagikan:

Goi dari Baekje (?-286, bertahta tahun 234-286) adalah raja kedelapan dari Kerajaan Baekje, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea. Ia adalah putra kedua dari raja keempat Baekje, Gaeru dan saudara termuda dari raja kelima Chogo.

Goi dari Baekje
Hangul
고이왕
Hanja
古爾王
Alih AksaraGoi-wang
McCune–ReischauerKoi-wang

Latar Belakang

Setelah kematian raja keenam Gusu, putra tertua Gusu Saban menjadi raja, namun terbukti terlalu muda untuk memerintah. Goi menggulingkan Saban dan menjadi raja.

Beberapa sarjana menterjemahkan catatan Korea, riwayat Samguk Sagi dan Samguk Yusa berarti bahwa Goi merupakan adik lelaki dari ibu Raja Chogo, mengandung arti ia berasal dari garis keturunan Utae - Biryu, dibandingkan daripada keturunan langsung secara tradisional pendiri yang diakui, Onjo.

Catatan Cina Buku Zhou (周書) dan Buku Sui (隋書) mengacu kepada "Gutae" sebagai pendiri Baekje, dan beberapa pelajar percaya bahwa "Gutae" sebenarnya mengacu pada Goi sebagai pendiri kerajaan.

Pemerintahan

Goi secara umum dikreditkan dengan pemusatan kerajaan Baekje, mengkonsentrasikan kekuatan kerajaan dan meletakkan dasar struktur negara.

Segera setelah merampas tahta, ia mendirikan sebuah pusat kantor militer untuk menahan kemerdekaan klan daerah. Di dalam riwayat Samguk Sagi juga mencatat bahwa pada tahun 260, ia mendirikan sebuah pusat birokrasi 6 menteri, 6 tingkatan rankingm dan kode gaun, meskipun sistem penuh tersebut sudah komplet setelah pemerintahannya (see, e.g., Best (2002)).

Pada tahun 262, ia dikabarkan telah membuat peraturan yang menentang penyuapan, membuat pejabay yang korup membayar 3 kali jumlah suapan. Ia juga memerintahkan penanaman lahan pertanian di bagian selatan ibu kota.

Hubungan Luar negeri

Dibawah pemerintahan Goi, Baekje mengembangkan kontrol di wilayah Sungai Han dan memperoleh kekuasaan permanen atas sisa-sisa negara Mahan, sebuah konfederasi longgar di barat daya Semenanjung Korea. Ia juga menyerang perbatasan dari saingan Baekje di bagian timur, Silla.

Baekje juga mengubah posisi defensif terhadap rakyat China terhadap serangan. Goi menyerang kontrol Cina komander Lelang dan komander Daifang ketika Cina melancarkan serangan melawan wilayah Sungai Han untuk mengacaukan dan menghindari kekuatan Baekje yang muncul. Pada tahun 246 menurut baik riwayat Korea Samguk Sagi dan riwayat Cina Wei Zhi, Baekje pergi berperang melawan komanderi Daifang dan komanderi Gubernur, Gong Zun dibunuh.

Referensi

Lihat Pula

Onjo 18 SM–29 M · Daru 29–77 · Giru 77–128 · Gaeru 128–166 · Chogo 166–214 · Gusu 214–234 · Saban 234 · Goi 234–286 · Chaekgye 286–298 · Bunseo 298–304 · Biryu 304–344 · Gye 344–346 · Geunchogo 346–375 · Geungusu 375–384 · Chimnyu 384–385 · Jinsa 385–392 · Asin 392–405 · Jeonji 405–420 · Guisin 420–427 · Biyu 427–455 · Gaero 455–475 · Munju 475–477 · Samgeun 477–479 · Dongseong 479–501 · Muryeong 501–523 · Seong 523–554 · Wideok 554–598 · Hye 598–599 · Beop 599–600 · Mu 600–641 · Uija 641–660
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan