Kamis, 22 Oktober 2026
16:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Gneis Acasta

Gneis Acasta

Bagikan:
250px-Acasta_gneiss.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fragmen dari Gneis Acasta yang dipajang di Museum Sejarah Alam di Vienna
250px-Acasta_Gneiss_fragment.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fragmen lain dari Gneis Acasta yang disimpan di Unib=versitas Blaise Pascal.

Gneis Acasta adalah batuan berjenis gneis tonalit yang berasa dari Kraton Slave, yang terletak di Northwest Territories, Kanada. Batuan tersebut tersingkap di sebuah pulau yang berjarak 300 kilometer di utara Yellowknife. Gneis di singkapan tersebut telah melalui proses metamorfosis pada sekitar 3.580 hingga 4.031 juta tahun lalu, menjadikannya fragmen kerak tertua yang masih utuh hingga sekarang.[1]

Pertamakali dideskripsikan pada 1989, Batu tersebut dinamai bedasarkan Sungai Acasta, yang terletak di timur Danau Great Bear. Singkapan acasta ditemukan didekat pemukiman suku Tłı̨chǫ.

Pembentukan

Batuan Gneis Acasta yang tersingkap sebelumnya merupakan batuan granitoid yang terbentuk pada sekitar 4030 juta tahun lalu. Usia ini ditentukan dengan penanggalan radiometrik dari mineral zirkon yang terkandung di dalam batuan tersebut.[2][3] Gneis Acasta sangat penting dalam mempelajari sejarah dari pembentukan kerak Bumi. Hampir seluruh fragmen batuan Gneis Acasta terbentuk pada periode tak resmi dari Hadean, yaitu Akastium, sekitar 4100 juta tahun yang lalu.

Gneis Acasta Tertua

Pada 2008, sebuah fragmen Gneis Acasta berusia 4280 juta tahun ditemukan di Sabuk Batuhijau Nuvvuagittuq, yang berjarak sekitar 40 kilometer di selatan Inukjuak, Quebec, Kanada.[4] Namun, metode penanggalan yang digunakan untuk menentukan waktu terbentuknya bat ini tidak menggunakan metode penanggalan radiometrik dari mineral zirkon, sehingga waktu tersebut masih kontroversial. Bisa saja, alih-alih waktunya merepresentasikan usia batu tersebut, waktu tersebut merepresentasikan tanda isotop bekas dari material yang lebih tua, yang nantinya membentuk batu tersebut.[5]

Batuan Mafik di Sabuk Batuhijau Nuvvuagittuq telah tercatat mengandung komposisi material yang hanya dapat terbentuk pada eon Hadean (>4000 juta tahun lalu) dan studi isotop dari batuan-batuan disana menyatakan bahwa fragmen ini terbentuk sekitar 4400 juta tahun lalu.[6]

Referensi

  1. ↑ "Bowring, S.A., and Williams, I.S., 1999. Priscoan (4.00–4.03 Ga) orthogneisses from northwestern Canada. Contributions to Mineralogy and Petrology, v. 134, 3–16" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2017-03-05. Diakses tanggal 2021-12-15.
  2. ↑ Bowring, Samuel; Williams, Ian (2007-03-01). "Priscoan (4.00–4.03 Ga) orthogneisses from northwestern Canada". Contributions to Mineralogy and Petrology. 134 (1): 3–16. doi:10.1007/s004100050465.
  3. ↑ Iizuka, Tsuyoshi; Komiya, Tsuyoshi; Ueno, Yuichiro; Katayama, Ikuo; Uehara, Yosuke; Maruyama, Shigenori; Hirata, Takafumi; Johnson, Simon P.; Dunkley, Daniel J. (2007-03-01). "Geology and zircon geochronology of the Acasta Gneiss Complex, northwestern Canada: New constraints on its tectonothermal history". Precambrian Research. 153 (3–4): 179–208. doi:10.1016/j.precamres.2006.11.017.
  4. ↑ "World's oldest rocks found in Quebec". The Gazette. September 25, 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-26. Diakses tanggal 2008-09-25.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Discovery of world's oldest rocks challenged, New Scientist, 26 September 2008". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-09-25. Diakses tanggal 2021-12-15.
  6. ↑ O'Neil, Jonathan; Carlson, Richard W.; Paquette, Jean-Louis; Francis, Don (2012-11-01). "Formation age and metamorphic history of the Nuvvuagittuq Greenstone Belt". Precambrian Research. 220–221: 23–44. doi:10.1016/j.precamres.2012.07.009.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan