Senin, 12 Oktober 2026
13:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Gliricidia

Gliricidia

genus tumbuh-tumbuhan

Bagikan:
Gliricidia
250px-Gliricidia_sepium_%28Madre_de_cacao_-_Mindanao%2C_Philippines%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gliricidia sepium
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Tribus: Robinieae
Genus: Gliricidia
Kunth (1842)
Spesies[1][2]
Sinonim[1][2]
  • Hybosema Harms (1923)
  • Yucaratonia Burkart (1969)
Artikel takson sembarang

Gliricidia adalah salah satu genus tumbuhan berbunga dalam keluarga kacang-kacangan (Fabaceae) dan tribus Robinieae. Daerah asalnya adalah Meksiko hingga Peru, tetapi Spesies Gliricidia sepium (Gamal) telah diperkenalkan secara luas ke zona tropis lainnya.[1]

Spesies Gliricidia sepium merupakan pohon hias kecil, meranggas, dibudidayakan, dan digunakan untuk berbagai keperluan di daerah tropis. Nama genusnya berarti "pembunuh tikus", mengacu pada penggunaan tradisional biji beracun dan kulit kayu Gliricidia sepium sebagai rodentisida.[3] Pohonnya tidak berdaun saat berbunga dan berbuah pada bulan April dan Mei di India dan negara-negara dengan iklim yang sama. Bunganya kecil (panjangnya hampir 2 cm), berwarna merah muda pucat, dan tersusun dalam kelompok padat di ranting yang gundul. Bunganya memudar menjadi putih atau ungu samar seiring bertambahnya usia. Bunganya menarik banyak lebah dan beberapa kupu-kupu famili lycaenidae (Terutama spesies Lampides boeticus) dan burung asli lainnya.

Referensi

  1. 1 2 3 Gliricidia Kunth. Plants of the World Online. Retrieved 31 August 2023.
  2. 1 2 Lavin M, Wojciechowski MF, Gasson P, Hughes C, Wheeler E (2003). "Phylogeny of Robinioid Legumes (Fabaceae) Revisited: Coursetia and Gliricidia Recircumscribed, and a Biogeographical Appraisal of the Caribbean Endemics" (PDF). Systematic Botany. 28 (2): 387–409. doi:10.1043/0363-6445-28.2.387tidak aktif 1 Agustus 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per 2023 (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Abulude, F.O; Adebote, V.T. (2009). "Antibacterial investigation of crude extracts of the root bark of Gliricidia sepium". Continental J. Microbiology (3): 23–26. S2CID 14135175.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan