Senin, 26 Oktober 2026
13:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Glasir es

Glasir es

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025)
250px-Frozen_rain_covering_hawthorn_berries.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Glasir es yang menyelimuti buah hawthorn

Glasir es adalah lapisan es transparan dengan tekstur padat dan halus yang terbentuk di suatu permukaan ketika terjadi pembekuan hujan.[1] Secara morfologis bentuknya mirip dengan es bening. Selain bisa terbentuk karena hujan, glasir es juga bisa dihasilkan dari gerimis, kabut, atau terkondensasi dari uap air yang sangat dingin.[2]

Glasir es dapat terbentuk ketika hujan berlangsung dalam dua kondisi. Pertama, adanya lapisan udara dingin yang suhunya kurang dari 0 °C di dekat permukaan. Kedua, adanya lapisan udara hangat dengan suhu di atas 0 °C di atas lapisan udara dingin tersebut.[3] Kepingan salju (bahasa Inggris: snowflake) akan terbentuk saat dua kondisi tersebut terpenuhi. Ketika turun ke atmosfer melalui lapisan udara hangat, kepingan salju akan meleleh dan berubah menjadi tetes air. Saat tetesan air tersebut memasuki lapisan udara dingin di dekat permukaan, maka tetesan air membeku lagi sehingga membentuk glasir es.[4]

Referensi

  1. ↑ WMO. "Glaze". International Cloud Atlas (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-05.
  2. ↑ "AMS Glossary". web.archive.org. 2007-08-05. Diakses tanggal 2024-10-05.
  3. ↑ "Freezing rain". Ouranos (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-05.
  4. ↑ McCray, C., Ouranos; Paquin, D., Ouranos (2024). "Évolution de la pluie verglaçante au Québec" (PDF). Synthèse des connaissances.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan