Kamis, 29 Oktober 2026
21:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Giuseppe Giordani

Giuseppe Giordani

Bagikan:
250px-GiuseppeGiordani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Giuseppe Tommaso Giovanni Giordani (19 Desember 1751, Napoli – 4 Januari 1798, Fermo)[1] adalah seorang komponis Italia, terutama dalam bidang opera.

Orang tua Giordani adalah Domenico Giordani dan Anna Maria Tosato.[1] Ia belajar musik di Napoli dengan Domenico Cimarosa dan Niccolò Antonio Zingarelli. Pada tahun 1774 ia ditunjuk sebagai direktur musik kapel Duomo Napoli. Opera pertamanya (L'Epponina) dirilis pada tahun 1779. Drama sakralnya La distruzione di Gerusalemme meraih sukses besar di Teatro San Carlo, Napoli, pada tahun 1787. Ia menjadi maestro di cappella di Katedral Fermo pada tahun 1791.

Sampai saat ini, aria populer Caro Mio Ben (1783) dianggap berasal dari Giuseppe Tommaso Giovanni Giordani. Namun, para ahli sekarang menganggap Tommaso Giordani, atau ayahnya Giuseppe Giordani senior, lebih mungkin sebagai penggubah aria tersebut.[2][3]

Referensi

  1. 1 2 "Giuseppe Giordani". Conservatorio Statale di Musica 'G.B. Pergolesi'. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Oktober 2014. Diakses tanggal 18 November 2014.{{cite web}}: Teks "bahasaindonesia" diabaikan; Teks "bahasawan" diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Paton, J.G. (1981). "Caro mio ben: Some Early Sources". Bulletin of the National Association of Teachers of Singing. 37 (2): 20–22.
  3. ↑ Zanetti, E. (1991). "Di alcuni interrogativi intorno a Caro mio ben". Dalam Ziino, A. (ed.). Musica senza aggetivi: Studi per Fedele D'Amico. hlm. 61–83.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan