Kamis, 01 Oktober 2026
00:26 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Giudicati

Giudicati

negara-negara di Sardinia

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang kerajaan Abad Pertengahan di Sardinia. Untuk pembagian administratif di Romania dan Moldova, lihat Județ.
"Giudici" beralih ke sini. Untuk orang-orag dengan nama Giudici, lihat Giudici (nama)
250px-Giudicati_of_Sardinia_1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Giudicati di Sardinia.

Giudicati (bahasa Latin:judicatus; bahasa Sardinia:judicadu atau logu atau rennu) adalah negara-negara merdeka yang berkuasa di Pulau Sardinia antara abad ke-9 dan abad ke-15. Negara-negara ini memiliki kedaulatan summa potestas dan masing-masing dikepalai oleh seorang raja yang bergelar judike ("hakim" dalam bahasa Sardinia).

Sejarah

Informasi lebih lanjut: Sardinia Bizantium

Setelah sesaat diduduki oleh Vandal (456-534), mulai tahun 535 hingga abad ke-8 Sardinia merupakan sebuah provinsi di Kekaisaran Bizantium. Mulai tahun 705, dengan penyebaran Islam, bajak-bajak laut dari Afrika Utara mulai menyerang Sardinia tetapi tidak mengalami pertentangan serius dari tentara Bizantium.[1] Pada tahun 815, diplomat-diplomat Sardinia meminta bantuan militer dari Kaisar Romawi Suci Ludwig yang Saleh.[2]

Pada tahun 807, 810-812, dan 821-822, orang Arab dari Spanyol dan Afrika Utara berupaya untuk menginvasi pulau ini namun Sardinia dapat bertahan dari serangan-serangan tersebut.[3] Petahanan Sardinia dinilai sangat efektif hingga dalam sebuah surat tahun 851, Paus Leo IV meminta bantuan kepada Iudex Provinciae (hakim provinsi) di Sardinia, yang berpusat di Caralis, untuk mempertahankan Roma. Semenjak jatuhnya Eksarkatus Afrika di Kartago pada abad ke-8, terutama setelah Penaklukan Islam terhadap Sisilia tahun 827, Sardinia terputus dari Bizantium sehingga mau tidak mau kemerdekaan secara ekonomi dan militer diusahakan.

250px-Stemma_torres_198.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Giudicato Logudoro
250px-Stemma_giudicato_Arborea_Ghilarza.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Giudicato Arborea

Terbentuknya empat giudicati

Keterbatasan sumber sejarah membuat kapan pemerintahan Bizantium mulai berganti menjadi pemerintahan lokal di Sardinia sulit untuk ditentukan. Iudex Provinciae (kemungkinan adalah praeses atau gubernur) Caralis diyakini pada suatu titik menguasai Sardinia secara penuh. Ia kemudian menunjuk lociservator (letnan) untuk menjaga titik-titik strategis di wilayah pesisir yang lalu secara bertahap seiring waktu lepas dari Caralis. Inilah yang mungkin melatari terbentuknya giudicati.[4]

Sumber pasti yang paling awal menyebutkan keberadaan empat giudicati adalah epistola yang dikirim oleh Paus Gregorius VII pada tanggal 14 Oktober 1073 kepada hakim-hakim Sardinia. Empat giudicati pada Abad Pertengahan tersebut adalah Giudicato Cagliari yang berpusat di Santa Igia, Giudicato Arborea yang berpusat di Oristano, Giudicato Gallura yang berpusat di Civita, dan Giudicato Logudoro yang berpusat di Porto Torres lalu pindah ke Ardara dan kemudian ke Sassari.

250px-Tower_in_Oristano.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menara Marianus II dari Arborea di Oristano.

Setiap guidicato memiliki batas daerah dan pasukan pertahanannya sendiri untuk melindungi kepentingan politik dan perdagangan mereka. Selain itu, keempat negara ini juga punya hukum, pemerintahan, dan lambang sendiri-sendiri.[5]

Referensi

  1. ↑ Solmi, hlm. 58. sfn error: tanpa target: CITEREFSolmi (bantuan)
  2. ↑ Solmi, hlm. 60. sfn error: tanpa target: CITEREFSolmi (bantuan)
  3. ↑ Solmi, hlm. 59. sfn error: tanpa target: CITEREFSolmi (bantuan)
  4. ↑ Meloni, Giuseppe (2002). "L'origine dei Giudicati". Dalam Manlio, Brigaglia (ed.). Storia della Sardegna. 5, Il Novecento. Vol. 5. Roma: Laterza. ISBN 8842106836. OCLC 889216682. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-06. Diakses tanggal 2017-12-15.
  5. ↑ Francesco Cesare Casula, La politica religiosa del giudicato di Torres, ne I Cistercensi in Sardegna, Nuoro, 1990
Sumber
  • Solmi, A. (1917), Studi storici sulle istituzioni della Sardegna nel Medioevo

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan