Minggu, 01 November 2026
06:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Giovanni Verga

Giovanni Verga

Bagikan:
60px-WP-TranslationProject_TwoFlags.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailHalaman artikel ini diterjemahkan, sebagian atau seluruhnya, dari halaman di (Tolong cantumkan kode bahasa Wiki sumber terjemahan) yang berjudul (Tolong cantumkan nama artikel sumber terjemahan). Lihat pula [{{localurle:{{{1}}}:|oldid=&action=history}} sejarah suntingan halaman aslinya] untuk melihat daftar penulisnya.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Giovanni Verga" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Giovanni Verga
Giovanni-Verga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1840-09-02)2 September 1840
Meninggal27 Januari 1922(1922-01-27) (umur 81)
KewarganegaraanItalian
PekerjaanWriter
Karier kepenulisan
Gerakan sastra
Realism

Giovanni Carmelo Verga (2 September 1840 – 27 January 1922) adalah seorang penulis realisme (Verismo) berkebangsaan Italia, terkenal karena penggambaran kisahnya di kota kelahirannya Sicilia, dan terutama karya cerita pendeknya (berkembang menjadi drama) Cavalleria Rusticana dan novel I Malavoglia (The House by the Medlar Tree).[1]

Verga adalah anak pertama dari Giovanni Battista Catalano Verga dan Caterina Di Mauro, sebuah keluarga kaya Catania di kota Sicily.[1] Dia mulai menjejaki dunia tulis menulis sejak masa remaja, membuat puluhan macam novel sejarah yang tak diterbitkan seperti Amore e Patria (Love and Country); lalu, meskipun sedang menempuh pendidikan hukum di Universitas Catania, dia menggunakan uang yang diberikan ayahnya untuk menerbitkan bukunya I Carbonari della Montagna (The Carbonari of the Mountain) pada tahun 1861 dan 1862.[2] Diikuti dengan karyanya yang lain Sulle lagune (On the Lagoons) pada tahun 1863.[2]

Selain itu, Verga pernah menjalani wajib militer di bawah badan Pertahanan Nasional Catania dari tahun 1860 hingga tahun 1864, setelah itu dia pergi berkelana ke Florence beberapa kali, dan tinggal di sana pada tahun 1869.[2]

Rujukan

  1. 1 2 Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.
  2. 1 2 3 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-04-28. Diakses tanggal 2014-06-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan