Senin, 02 November 2026
05:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Giovanni Rossi Lomanitz

Giovanni Rossi Lomanitz

Bagikan:
Ross Lomanitz
Giovanni_Rossi_Lomanitz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir
Giovanni Rossi Lomanitz

(1921-10-10)10 Oktober 1921
Meninggal31 Desember 2002(2002-12-31) (umur 81)
Almamater
Karier ilmiah
Tempat kerja
Disertasi Second Order Effects in the Electron-Electron Interaction  (1951)
Richard Feynman

Giovanni Rossi Lomanitz (10 Oktober 1921 – 31 Desember 2002) adalah seorang fisikawan Amerika Serikat.[1][2]

Biografi

Lomanitz lahir di Bryan, Texas, dan besar di Oklahoma.[2][3] Lomanitz lulus dari SMA pada usia 14 tahun dan menempuh studi sarjana di bidang fisika di Universitas Oklahoma dan studi doktor fisika teori di Universitas Cornell pada tahun 1951 di bawah bimbingan Richard Feynman.[4]

Pada awal 1940-an, Lomanitz berkuliah di Universitas California, Berkeley. Pada saat itu, ia menjadi asisten fisikawan J. Robert Oppenheimer. Lomanitz meneliti di Laboratorium Radiasi Berkeley mengenai metode baru pemisahan isotop elektromagnetik.[5]

Referensi

  1. ↑ "Giovanni Rossi Lomanitz". Hawaii Tribune-Herald. 2003-01-23.
  2. 1 2 "Giovanni Rossi Lomanitz". Atomic Heritage Foundation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-02-07.
  3. ↑ Trenear-Harvey, Glenmore S. (2011). Historical Dictionary of Atomic Espionage (dalam bahasa Inggris). Internet Archive. Lanham, Md: Scarecrow Press. hlm. 127–128. ISBN 978-0-8108-7180-9.
  4. ↑ van Kortryk, Thomas (2016-08-21), "The doctoral students of Richard Feynman", Physics Today (dalam bahasa Inggris): 2, arXiv:1801.04574, doi:10.1063/PT.5.9100, S2CID 119088526, diakses tanggal 2023-02-07
  5. ↑ "LOMANITZ, ROSS". American Men and Women of Science (dalam bahasa Inggris). Vol. 4. Internet Archive (Edisi 17th). New York: R. R. Bowker. 1989–90. hlm. 846.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan