Sabtu, 03 Oktober 2026
19:26 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Permainan

Permainan

aktivitas bermain dengan peraturan tertentu

Bagikan:
250px-Gaming_Board_Inscribed_for_Amenhotep_III_with_Separate_Sliding_Drawer%2C_ca._1390-1353_B.C.E.%2C49.56a-b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan permainan Mesir kuno ditulis untuk Amenhotep III dengan laci geser terpisah, dari tahun 1390–1353 SM, terbuat dari fayans berkaca, dimensi: 5,5 × 7,7 × 21 cm, di Museum Brooklyn di New York

Permainan adalah kegiatan bermain atau memainkan sesuatu dengan batas aturan-aturan tertentu demi menyelesaikan tantangan-tantangan yang disepakati. Permainan umumnya dimainkan demi hiburan atau kesenangan pemain, serta kadang dapat digunakan sebagai alat peraga pembelajaran.[1] Permainan berbeda dari pekerjaan, yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan upah, dan dari seni, yang lebih sering merupakan ekspresi elemen estetika atau ideologis. Namun, perbedaannya tidak jelas, dan banyak permainan juga dianggap sebagai karya (seperti pemain profesional olahraga atau permainan penonton) atau seni (seperti puzzle atau permainan yang melibatkan tata letak artistik seperti mahyong, solitaire, atau beberapa gim video).

Menurut Johan Huizinga, seorang sejarawan dan ahli teori budaya Belanda, permainan merupakan suatu fungsi yang penuh makna sebab dalam permainan ada sesuatu yang turut bermain, sesuatu yang melampaui hasrat yang langsung untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan yang memasukkan suatu makna kedalamnya.Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa manusia merupakan Homo Ludens yaitu istilah yang merujuk pada ide bahwa manusia adalah mahluk yang bermain.[2]

Permainan adalah bagian universal dari pengalaman manusia dan hadir dalam semua budaya. Para arkeolog menemukan bahwa permainan setidaknya sudah ada sejak 2600 SM.[3][4] Permainan Kerajaan Ur, Senet, dan Mancala adalah beberapa permainan tertua yang pernah diketahui.[5]

Permainan juga disebut gim (dari bahasa Inggris:game), terutama untuk merujuk pada permainan modern yang berbentuk elektronik dan digital, seperti gim video.[6] Permainan juga kadang dapat merujuk pada alat yang digunakan dalam permainan, yang juga disebut mainan.

Jenis

Permainan anak-anak

250px-DD6_6348_wikimedia2020_deni_dahniel_permainan_anak_negri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Permainan balap bakiak yang dilakukan oleh anak-anak

Di lingkungan yang masih terlihat keakraban antar anggota masyarakat, banyak permainan yang dilakukan oleh anak-anak secara beramai-ramai dengan teman-teman mereka di halaman atau di teras rumah. Mereka berkelompok, berlarian, atau duduk melingkar memainkan salah satu permainan dan tercipta keakraban. Beberapa permainan ini karena tercipta pada masa yang lama berlalu disebut dengan permainan tradisional, sedangkan di sisi lain beberapa permainan yang lebih akhir (dan biasanya menggunakan peralatan yang canggih) disebut permainan modern.

Permainan dewasa

250px-Michelle_Obama_and_kids_double-dutch_jump_rope_-_P071511CK-0303_%286047842208%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Michelle Obama bermain lompat tali di Gedung Putih

Bermain juga dilakukan oleh orang dewasa. Tak sekadar menghabiskan waktu luang, ada manfaat lain yang didapatkan orang dewasa dari bermain. Pertama, membuat badan lebih sehat. Kedua, bermain juga bisa menjadi sarana mengekspresikan emosi karena seseorang melakukan kegiatan yang dapat membuatnya tertawa girang hingga berteriak penuh semangat.[7]

Permainan elektronik

250px-Electronic_Master_Mind_by_Invicta_Games%2C_Made_in_Hong_Kong%2C_Copyright_1977_%28LED_Handheld_Electronic_Game%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu contoh permainan elektronik

Seiring dengan perkembangan teknologi maka model permainan pun berkembang. Dengan sentuhan teknologi wajah permainan berubah dengan idiom baru yang mengikutinya, yaitu gim digital atau lebih dikenal dengan nama gim komputer. Menurut Christ Crawford, gim komputer merupakan gim video yang dimainkan pada komputer pribadi, konsol permainan, maupun mesin ding-dong. Peran komputer dalam sebuah gim bisa antagonist maupun sebagai penengah antara pemain gim (gamer) dengan gim yang dimainkannya. Bentuk yang paling umum dari gim komputer adalah permainan keterampilan dan tindakan (skills and action) yang menekankan koordinasi mata dengan kecepatan tangan.[8] Terdapat tujuh kategori permainan elektronik, yaitu permainan petualangan, strategi, aksi, olahraga, simulasi, puzzle, dan simulasi.[9] Permainan elektronik dapat dimainkan oleh siapa saja, secara umum terdapat empat kategori pemain, yaitu U3+ (Kelompok pemain berusia tiga tahun atau lebih), U7+ (Kelompok pemain berusia tujuh tahun atau lebih), U13+ (Kelompok pemain berusia tiga belas tahun atau lebih), dan U18+ (Kelompok pemain berusia delapan belas tahun atau lebih).[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ [kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/permainan/game "Definisi "permainan""]. Diakses tanggal 2021-04-21.{{cite web}}: Periksa nilai |url=
  2. ↑ Huizinga, Johan (1998). Homo Ludens (dalam bahasa Inggris). Taylor & Francis. ISBN 978-0-415-17594-4.
  3. ↑ Soubeyrand, Catherine (2000). "The Royal Game of Ur". The Game Cabinet. Diakses tanggal 2008-10-05.
  4. ↑ Green, William (2008-06-19). "Big Game Hunter". 2008 Summer Journey. Time. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-22. Diakses tanggal 2008-10-05.
  5. ↑ "History of Games". MacGregor Historic Games. 2006. Diakses tanggal 2008-10-05.
  6. ↑ "Gim (3)". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  7. ↑ antaranews.com (2020-07-25). "Orang dewasa juga perlu bermain, ini manfaatnya". Antara News. Diakses tanggal 2024-12-06.
  8. ↑ Crawford, Chris (1997). The Art of Computer Game Design (PDF). Vancouver: Washington State University.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. 1 2 Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (2017). Mendampingi Anak dalam Permainan Interaktif Elektronik (Games) (PDF).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan