Kesultanan Ghuriyah | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| sebelum 879–1215 | |||||||||||||||
Peta terluas Dinasti Ghuriyah di bawah pemerintahan Ghiyath al-Din Muhammad.[2] | |||||||||||||||
| Ibu kota | Firozkoh[3] Herat Ghazni (1170s–1215) | ||||||||||||||
| Bahasa umum | Persian (court)[4] | ||||||||||||||
| Agama | Sebelum 1011: Buddha From 1011: Islam Sunni[5] | ||||||||||||||
| Pemerintahan | Monarki herediter | ||||||||||||||
| Malik/Sultan | |||||||||||||||
• Abad ke-9 – Abad ke-10 | Amir Suri (first) | ||||||||||||||
• 1214–1215 | Ala al-Din Ali (last) | ||||||||||||||
| Sejarah | |||||||||||||||
• Didirikan | sebelum 879 | ||||||||||||||
• Dibubarkan | 1215 | ||||||||||||||
| Luas | |||||||||||||||
| sek. 1200.[6] | 2.000.000 km2 (770.000 sq mi) | ||||||||||||||
| |||||||||||||||
| Sekarang bagian dari | |||||||||||||||
Dinasti Ghuriyah (bahasa Persia:سلسله غوریان; sebutan diri: شنسبانی, Shansabānī) adalah dinasti tajik asal dari Ghor wilayah kini tengah Afghanistan, tetapi asal-usul etnis tidak diketahui pasti. Dinasti ini memeluk Islam Sunni dari agama Buddha, setelah penaklukan Ghuriyah oleh sultan Ghaznawiyah pada tahun 1011. Dinasti ini menggulingkan Kekaisaran Ghaznawiyah pada tahun 1186 ketika Sultan Mu'izz ad-Din Muhammad dari Ghuriyah menaklukkan ibu kota terakhir Ghaznawiyah di Lahore.
Pada puncaknya, Ghuriyah meliputi Khorasan di barat dan mencapai India utara sampai sejauh Bengal di timur. Ibukota pertama mereka adalah Firozkoh di Mandesh, Ghor, yang kemudian digantikan oleh Herat, dan akhirnya Ghazna. Abu Ali ibn Muhammad (memerintah 1011-1035) adalah raja Muslim pertama dari dinasti Ghuriyah yang membangun masjid dan sekolah Islam di Ghor.
Ghuriyah digantikan oleh dinasti Mamluk di Kekaisaran Khwarezmia yang menguasai Khorasan dan Persia dan Kesultanan Delhi di India utara.
Asal-Usul
Ghurid dynasty دودمان غوریان Dudmân-e Ğurīyân | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 786–1215 | |||||||||||||||||||||
| Lua error in Modul:Location_map/multi at line 27: Tidak dapat menemukan definisi peta lokasi yang ditentukan. Baik "Modul:Location map/data/Ghurids" maupun "Templat:Location map Ghurids" tidak ada. | |||||||||||||||||||||
| Ibu kota | Firozkoh[10] Herat[11] Ghazni (1170s–1215)[12] | ||||||||||||||||||||
| Bahasa umum | Persian (court, literature)[13][14] | ||||||||||||||||||||
| Agama | Before 1011: Paganism[15] From 1011: Sunni Islam[5][a] | ||||||||||||||||||||
| Pemerintahan | Hereditary monarchy Diarchy (1173–1206) | ||||||||||||||||||||
| Malik/Sultan | |||||||||||||||||||||
• 8th-century | Amir Banji (first) | ||||||||||||||||||||
• 1214–1215 | Zia al-Din Ali (last) | ||||||||||||||||||||
| Sejarah | |||||||||||||||||||||
• Didirikan | 786 | ||||||||||||||||||||
• Dibubarkan | 1215 | ||||||||||||||||||||
| Luas | |||||||||||||||||||||
| 1200 est.[6] | 2.000.000 km2 (770.000 sq mi) | ||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

Pada abad ke-19, beberapa sarjana Eropa, seperti Mountstuart Elphinstone, mendukung gagasan bahwa dinasti Ghurid berkaitan dengan orang-orang Pashtun hari ini[16] Namun hal ini umumnya ditolak oleh kajian ilmiah modern.[17] Para cendekiawan kontemporer menyatakan bahwa dinasti tersebut berasal dari Tajik.[18][19][20][21][22] Kemudian, karena perkawinan campur, para pangeran Ghurid dibedakan oleh perpaduan signifikan antara etnis Tajik, Persia, Turki, dan penduduk asli Afghanistan.[22]
Encyclopædia Iranica menyatakan: "Kita juga tidak tahu papun tentang kelompok etnik Ḡūrīs pada umumnya dan kaum Šansabānīs secara khusus; kami hanya bisa mengasumsikan bahwa mereka adalah Tajik Iran timur".[20] Bosworth lebih lanjut menunjukkan bahwa nama sebenarnya sebuah keluarga Ghurid, Āl-e Šansab (Persiani: Šansabānī),adalah pengucapan bahasa Arab dari aslinya Persian tengah bernama Wišnasp.[20]
Sejarawan, André Wink menjelaskan dalam The New Cambridge History of Islam:
The Shansabānī dynasty superseded the Ghaznavids in the second half of the twelfth century. This dynasty was not of Turkish, nor even Afghan, but of eastern Persian or Tājīk origin, speaking a distinct Persian dialect of its own, like the rest of the inhabitants of the remote and isolated mountain region of Ghūr and its capital of Fīrūzkūh (in what is now central Afghanistan).
Ketika para Ghurid mulai membedakan diri mereka melalui penaklukan mereka, para abdi istana dan ahli silsilah (seperti Fakhr-i Mudabbir dan al-Juzjani) Mereka menciptakan silsilah fiktif yang menghubungkan Dinasti Ghurid dengan masa lalu Iran. Mereka menelusuri keluarga Ghurid kembali ke tiran Arab mitos, Zahhak, menyebutkan dalam epik pertengahan Persia Shahnameh ("Kitab Raja-raja"), yang keluarganya dilaporkan menetap di Ghur setelah pahlawan Iran, Fereydun, mengakhiri tirani seribu tahun Zahhak.[14][20]
Selain itu, tidak ada yang mengetahuikepercayaan sebelum agama Islam di Ghurid.[14]
Bahasa
Bahasa asli Ghurid rupanya berbeda dari bahasa resmi mereka, Persia. Abu'l-Fadl Bayhaqi,seorang sejarawan terkenal era Ghaznavid , menulis pada halaman 117 di bukunya, Tarikh-i Bayhaqi: "Sultan Mas'ud I of Ghazni berangkat ke Ghoristan dan mengirimkan pendamping pelajarnya dengan dua orang dari Ghor sebagai penerjemah antara dia dan orang-orang di wilayah tersebit." Namun, seperti Dinasti Samanid dan Ghaznavid, Dinasti Ghurid menaungi mahakarya seperti sastra, puisi, dan budaya Persia, dan mempromosikan hal-hal tersebut di istana mereka sebagai milik mereka sendiri. Para penulis masa kini menyebut mereka sebagai "Ghurid yang telah terpengaruh budaya Persia".[23] Wink menggambarkan bahasa orang Ghurid sebagai "dialek Persia yang khas".
Tidak ada bukti yang mengkonfirmasi kesimpulan terbaru yang mengatakan bahwa penduduk Ghor pada awalnya berbahasa Pashto, dan klaim tentang keberadaan " puisi Pashto ", seperti Pata Khazana, dari periode Ghurid tidak berdasarkan apapun. [17]
Ekstensi
Di barat, wilayah Ghurid membentang ke Nishapur dan Merv, sementara pasukan Ghurid mencapai sejauh Gorgan di pantai Laut Kaspia.[24][25][26][20]pada arah timur, para Ghurid menyerang sampai sejauh Benggala.[27]
Referensi
- Schwartzberg, Joseph E. (1978). A Historical atlas of South Asia. Chicago: University of Chicago Press. hlm. 147, map XIV.3 (g). ISBN 0226742210.
- ↑ Schwartzberg, Joseph E. (1978). A Historical atlas of South Asia. Chicago: University of Chicago Press. hlm. 147, map XIV.3 (g). ISBN 0226742210.
- ↑ Firoz Koh in Ghur (a region to the west of Ghazni), the Ghurids' summer capital
- ↑ The Development of Persian Culture under the Early Ghaznavids, C.E. Bosworth, Iran, Vol. 6, (1968), 35;;"Like the Ghaznavids whom they supplanted, the Ghurids had their court poets, and these wrote in Persian"
- 1 2 The Ghurids, K.A. Nizami, History of Civilizations of Central Asia, Vol.4, Part 1, ed. M.S. Asimov and C.E. Bosworth, (Motilal Banarsidass Publishers, 1999), 178.
- 1 2 Bang, Peter Fibiger; Bayly, C. A.; Scheidel, Walter (2020-12-02). The Oxford World History of Empire: Volume One: The Imperial Experience (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 92–94. ISBN 978-0-19-977311-4.
- ↑ Schwartzberg, Joseph E. (1978). A Historical Atlas of South Asia. Oxford University Press, Digital South Asia Library. hlm. 147, Map "g".
- ↑ Eaton 2019, hlm. 38. sfn error: tanpa target: CITEREFEaton2019 (bantuan)
- ↑ Bosworth, C.E. (1 Januari 1998). History of Civilizations of Central Asia (dalam bahasa Inggris). UNESCO. hlm. 432–433. ISBN 978-92-3-103467-1.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Auer 2021, hlm. 6. sfn error: tanpa target: CITEREFAuer2021 (bantuan)
- ↑ Firuzkuh: the summer capital of the Ghurids Diarsipkan 6 April 2012 di Wayback Machine, by David Thomas, p. 18.
- ↑ The Grove Encyclopedia of Islamic Art & Architecture: Three-volume set, by Jonathan Bloom, Sheila Blair, p. 108.
- ↑ The Development of Persian Culture under the Early Ghaznavids, C.E. Bosworth, Iran, Vol. 6, (1968), 35;;"Like the Ghaznavids whom they supplanted, the Ghurids had their court poets, and these wrote in Persian"
- 1 2 3 O'Neal 2015. sfn error: tanpa target: CITEREFO'Neal2015 (bantuan)
- ↑ Minorsky, Vladmir (1970). Ḥudūd al-'Ālam, "The Regions of the World,". Leningrad: University Press, Oxford. hlm. 110. ISBN 9780906094037.
- ↑ A short history of India: and of the frontier states of Afghanistan, Nipal, and Burma, Wheeler, James Talboys Diarsipkan 9 Juni 2007 di Wayback Machine, ( LINK): "The next conqueror after Mahmud who made a name in India, was Muhammad Ghori, the Afghan."
- 1 2 Encyclopaedia of Islam (Edisi CD-ROM Edition v. 1.0). Koninklijke Brill NV. 1999.
{{cite encyclopedia}}:|title=tidak ada atau kosong - ↑ Richard Eaton (2000). Essays on Islam and Indian History (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 100. ISBN 978-0-19-565114-0. The dynamics of north Indian politics changed dramatically, however, when the Ghurids, a dynasty of Tajik (eastern Iranian), origin arrived from central Afghanistan towards the end of twelfth century
- ↑ Wink 2020, hlm. 78. sfn error: tanpa target: CITEREFWink2020 (bantuan)
- 1 2 3 4 5 Bosworth 2001b. sfn error: tanpa target: CITEREFBosworth2001b (bantuan)
- ↑ Flood, Finbarr B. (2018). Objects of Translation: Material Culture and Medieval "Hindu-Muslim" Encounter (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. hlm. 92. ISBN 978-0-691-18074-8.
- 1 2 Avari, Burjor (2013). Islamic Civilization in South Asia: A History of Muslim Power and Presence in the Indian Subcontinent (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 41. ISBN 978-0-415-58061-8.
- ↑ Flood, Finbarr Barry (2009). Objects of Translation: Material Culture and Medieval "Hindu-Muslim" Encounter (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. hlm. 3. ISBN 978-0-691-12594-7.
- ↑ Thomas 2018, p. 26, Figure I:2. sfn error: tanpa target: CITEREFThomas2018 (bantuan)
- ↑ Schmidt, Karl J. (2015). An Atlas and Survey of South Asian History (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 37, Map 16.2. ISBN 978-1-317-47681-8.
- ↑ History of Civilizations of Central Asia (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 1998. ISBN 978-92-3-103467-1. In 1201 Ghurid troops entered Khurasan and captured Nishapur, Merv, Sarakhs and Tus, reaching as far as Gurgan and Bistam. Kuhistan, a stronghold of the Ismailis, was plundered and all Khurasan was brought temporarily under Ghurid control
- ↑ Turkish History and Culture in India: Identity, Art and Transregional Connections (dalam bahasa Inggris). Brill. 2020. hlm. 237. ISBN 978-90-04-43736-4. In 1205, Bakhtīyar Khilji sacked Nudiya, the pre-eminent city of western Bengal and established an Islamic government at Laukhnauti, the capital of the predecessor Sena dynasty. On this occasion, commemorative coins were struck in gold and silver in the name of Muhammad b. Sām
| Internasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |
- ↑ See religion and creed. Initially, the Ghurids adopted Karramism, but later under Ghiyath al-Din Muhammad shifted to the Shafi'i school and Ash'arism, while Muhammad of Ghor shifted to the Hanafi school and Maturidism.