Rabu, 23 September 2026
05:11 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Geundrang

Geundrang

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Dubbelvellige_cilindrische_trom_TMnr_45-465a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Dubbelvellige_cilindrische_trom_met_tromstokken_TMnr_674-739a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Geundrang, alat musik tradisional Aceh

Geundrang merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Aceh, lazim dijumpai di daerah Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Utara.[1][2] Alat musik ini berbentuk silinder dengan panjang 40-50 sentimeter dan diameter 18-20 sentimeter.[3] Terbuat dari kulit nangka, kulit kambing, kulit sapi yang tipis, atau rotan. Pada bagian kedua ujungnya disematkan kerincing sehingga ketika ditalu akan mengeluarkan suara kerincingan. Alat musik ini dapat terdengar dari kejauhan 3-4 kilometer.[4] Dalam musik tradisional Aceh, geundrang berfungsi sebagai alat pelengkap tempo.[5] Geundrang, bersama serune kalee dan rapai, merupakan perangkat musik tradisional yang telah digunakan sejak masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam dan hingga kini tetap mewarnai tradisi musik dalam kebudayaan Aceh.[6]

Membuat geundrang

Lubangi potongan kayu nangka berbentuk silinder sesuai dengan ukuran geundrang kemudian ciptakan rongga yang menembus pada kedua ujungnya. Pada kedua ujung pangkal kayu, dibentuk sedemikian rupa sehingga diameternya lebih pendek dari bagian tengahnya. Pada kulit yang sebelumnya telah terpasang kerangka rotan, tempatkan masing-masing pangkal geundrang. Tali kulit berperan sebagai pengikat antara kulit dan kayu geundrang. Selanjutnya tongkat pemukul geundrang dibuat dari kayu sepanjang 40 sentimeter.[7][8]

Cara memainkan

Geundrang tidak memiliki tangga nada sehingga warna suara tergantung pada kencangnya tarikan kulit. Alat musik ini dapat dimainkan dengan duduk bersila, berdiri, atau disandang. Geundrang dipukul dengan stik pada tangan kanan. Stik dipukul dengan ujungnya yang bengkok sehingga menghasilkan nada tajam singkat. Untuk menghasilkan suara sedang, gunakan bagian samping atau pinggir. Untuk menghasilkan suara bass, pukul bagian kiri geundrang dengan menggunakan tangan kosong. Suara gemerincing dihasilkan dengan bantuan pukulan pada bagian geundrang yang disematkan kerincing.[9]

Referensi

  1. Lily,, Turangan,. Seni budaya & warisan Indonesia. Jakarta. ISBN 9786027706392. OCLC 874897004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-04. Diakses tanggal 2018-07-07.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. "MerahPutih Media Berita untuk Generasi Terkini". MerahPutih. Diakses tanggal 2026-01-28.
  3. "Geundrang » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-01-24.
  4. 1944-, Hasan, Husaini Muhammad,. Dari rimba Aceh ke Stockholm (Edisi Cetakan pertama). Jakarta. ISBN 9786027142008. OCLC 936205041. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-04. Diakses tanggal 2018-07-07.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrPrDgCnoRpJQIAgELLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzMEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771508482/RO=10/RU=https://karawitan.isbiaceh.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/GEUNDRANG-ACEH.pdf/RK=2/RS=g_WnKKpx0edPFSS69ok8NjJ_d.I-. Diakses tanggal 2026-02-05.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  6. Sugiarto, R. Toto (2016-01-01). Ensiklopedi Seni Dan Budaya 2: Alat Musik Tradisional. Media Makalangan. hlm. 9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. "Geundrang, Alat Musik Tradisional Khas Aceh". Kamera Budaya. 7 Juli 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-07.
  8. "geundrang » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-01-28.
  9. "Mengenal Alat Musik "GEUNDRANG" « MUSIK.OR.ID". MUSIK.OR.ID (dalam bahasa American English). 2014-04-07. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-07. Diakses tanggal 2018-07-07.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan