Kamis, 22 Oktober 2026
08:57 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Getuk pisang

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:
Getuk pisang
Tempat asalIndonesia
DaerahKota Kediri, Jawa Timur

Getuk pisang adalah salah satu makanan tradisional khas Kediri, Jawa Timur, Indonesia.[1] Makanan ini dikenal sebagai oleh-oleh khas daerah dan memiliki ciri utama berupa penggunaan pisang sebagai bahan baku utama, berbeda dengan getuk pada umumnya yang berbahan dasar singkong.

Sejarah

Getuk pisang diperkirakan mulai dikenal masyarakat Kediri sejak masa penjajahan Jepang pada dekade 1940-an. Menurut sumber lokal, makanan ini muncul sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap keterbatasan bahan pangan, dengan memanfaatkan pisang yang tumbuh melimpah di sekitar wilayah Sungai Brantas.[2] Seiring waktu, getuk pisang berkembang menjadi produk kuliner khas yang memiliki nilai ekonomi dan budaya bagi masyarakat Kediri.

Bahan dan pembuatan

Bahan utama pembuatan getuk pisang adalah pisang raja nangka, sejenis pisang lokal yang memiliki tekstur padat dan cita rasa manis-asam yang khas. Karakteristik ini membuat pisang raja nangka tidak mudah hancur atau lembek saat melalui proses pengukusan.[3]

Proses pembuatan getuk pisang dilakukan dengan mengukus pisang hingga matang, kemudian menumbuknya sampai halus dan mencampurkannya dengan gula sebagai pemanis. Adonan tersebut lalu dibentuk memanjang dan dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus kembali. Penggunaan daun pisang berfungsi sebagai pembungkus tradisional sekaligus memberi aroma khas pada produk akhir.[4]

Ciri khas

Getuk pisang memiliki warna cokelat keemasan dengan tekstur yang relatif padat dan kenyal. Rasa manis berpadu dengan sedikit asam menjadi karakter utama makanan ini. Getuk pisang umumnya disajikan tanpa tambahan parutan kelapa, berbeda dengan getuk singkong yang lazim ditemukan di daerah lain di Pulau Jawa.

Peran budaya dan ekonomi

Sebagai salah satu ikon kuliner Kediri, getuk pisang banyak dijual di pusat oleh-oleh dan pasar tradisional. Produk ini juga menjadi bagian dari pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Kediri. Beberapa merek getuk pisang telah dikenal luas dan dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.[5]

Getuk pisang umumnya diproduksi tanpa bahan pengawet, sehingga memiliki masa simpan yang relatif singkat, sekitar 4–5 hari dalam kondisi penyimpanan normal.[6]

Lihat pula


Referensi

  1. ↑ [(http://ensiklopediaindonesia.com/kuliner-indonesia/gethuk-pisang-merasakan-asam-manisnya-kediri/) "Getuk Pisang, Merasakan Asam Manisnya Kediri"] Ensiklopedia Indonesia.
  2. ↑ [(https://kediripedia.com/getuk-pisang-makanan-yang-lahir-akibat-krisis-pangan-penjajahan-jepang/) "Getuk Pisang, Makanan yang Lahir Akibat Krisis Pangan"] Kediripedia.
  3. ↑ [(https://www.kedirikota.go.id/p/produk-unggulan/11138696/getuk-pisang) "Getuk Pisang"] Pemerintah Kota Kediri.
  4. ↑ [(https://budaya-indonesia.org/Getuk-Pisang) "Getuk Pisang"] Budaya Indonesia.
  5. ↑ [(https://tugujatim.id/3-merek-getuk-pisang-kediri-yang-terkenal/) "3 Merek Getuk Pisang Kediri yang Terkenal"] Tugu Jatim.
  6. ↑ [(https://www.kedirikota.go.id/p/produk-unggulan/11138696/getuk-pisang) "Getuk Pisang"] Pemerintah Kota Kediri.


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan