Minggu, 04 Oktober 2026
18:09 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Geshu Han

Jenderal dan pangeran Tiongkok

Bagikan:

Geshu Han (Hanzi:哥舒翰; Pinyin:Gēshū Hàn; meninggal 1 Desember 757),[1] nama anumerta Pangeran Wumin dari Xiping (西平武愍王) adalah seorang jenderal Tiongkok keturunan Türgesy.[2] Sebagai seorang veteran yang telah melalui banyak pertempuran, ia menjadi jenderal yang berpengaruh pada masa akhir pemerintahan Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang, dan pada tahun 756 ia ditugaskan untuk mempertahankan Celah Tong (Tong Pass) dari pasukan pemberontak An Lushan.

Setelah dipaksa oleh Kanselir Yang Guozhong untuk menghadapi pasukan An Lushan, ia mengalami kekalahan dan kemudian diculik oleh bawahannya sendiri, Huoba Guiren (火拔歸仁), untuk dibawa ke markas An Lushan. An Lushan berusaha memanfaatkannya untuk membujuk para jenderal bawahannya—Li Guangbi, Lai Tian (來瑱), dan Lu Gui (魯炅)—agar turut menyerah; namun, karena para jenderal tersebut menolak, An Lushan akhirnya menempatkan Geshu dalam tahanan rumah di Luoyang, ibu kota negara Yan Raya (Great Yan) yang baru didirikannya.

Pada tahun 757, setelah putra sekaligus penerus An Lushan, yakni An Qingxu, dikalahkan oleh pasukan Tang dan terpaksa meninggalkan Luoyang, An Qingxu mengeksekusi Geshu beserta sekitar tiga puluh jenderal Tang lainnya yang menjadi tawanan.

Referensi

  1. ↑ 兩千年中西曆轉換
  2. ↑ Xiong, Victor Cunrui (2016). Capital Cities and Urban Form in Pre-modern China: Luoyang, 1038 BCE to 938 C. Asian States and Empires (Book 13). Routledge. hlm. 151. ISBN 9781317235569.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan