Kamis, 22 Oktober 2026
09:55 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Gerrit van Asselt

misionaris Belanda di Tanah Batak

Bagikan:
Gerrit van Asselt
Imamat
Tahbisan imam
17 Mei 1856
Informasi pribadi
Lahir23 Juni 1833
KewarganegaraanBelanda
Pasangan hidup
Dina Malga

Gerrit van Asselt (lahir 1833) adalah pendeta Kristen Reformed asal Belanda yang diutus oleh badan zending Ermelo sebagai misionaris ke Tanah Batak pada tahun 1857. Ia merupakan misionaris Belanda pertama yang diutus ke Tanah Batak, lebih dahulu dibandingkan misionaris Belanda lainnya yang baru diutus oleh badan zending RMG pada tahun 1861.[1]

Karya misi

Setelah ditahbiskan sebagai pendeta misionaris pada tahun 1856, ia dibekali dengan hasil penelitian Franz Wilhelm Junghuhn (1840) mengenai Tanah Batak dan pelajaran bahasa Batak melalui hasil penelitian Herman Neubronner van der Tuuk. Di Amsterdam, ia juga mendapatkan pelatihan terlebih dahulu dan sudah mulai mempelajari bahasa Melayu.

Gerrit van Asselt tiba di Padang pada 2 Desember 1856. Gubernur Sumatera menyarankan Van Asselt untuk melakukan penginjilan di Tanah Batak bagian selatan (daerah Sipirok). Untuk menjamin keselamatan, Gubernur Sumatera menempatkan Van Asselt di pos kolonial sebagai pengawas perkebunan.

Van Asselt bekerja sendirian di Tanah Batak selama dua tahun (1857-1859) sebelum akhirnya tiga misionaris lainnya dari badan zending Emmerlo, yaitu W.F. Betz, J. Dammerboer, dan J.Ph.D. Koster, datang menyusulnya ke Tanah Batak.

Peran

Van Asselt adalah misionaris pertama yang berhasil membaptis orang Batak. Ia membaptis dua orang Batak pada 31 Maret 1861 dan memberi mereka nama baptis, yakni Simon Siregar dan Jakobus Tampubolon. Selain sebagai misionaris, Van Asselt juga bekerja untuk Pemerintah Kolonial Belanda sebagai pengawas tanaman.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Gerrit van Asselt Pionir Misi Kristen Batak". Tokoh Indonesia. 29 Juli 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-22. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Batak ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan