Minggu, 18 Oktober 2026
03:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Gerhana Darwinisme

Gerhana Darwinisme

Bagikan:
Bagian dari seri Biologi tentang
Evolusi
250px-Darwin_Tree_1837.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mekanisme dan proses
Penelitian dan sejarah
Bidang biologi evolusioner

Julian Huxley menggunakan istilah “Gerhana Darwinisme”[a] untuk mendeskripsikan kesepakatan ilmiah sebelum munculnya sintesis evolusioner modern, yaitu ketika evolusi diterima oleh sebagian besar ilmuwan tetapi hanya sedikit pakar biologi yang percaya bahwa seleksi alam adalah mekanisme utama yang mendorong evolusi.[2][3] Sejarawan ilmu pengetahuan seperti Peter J. Bowler telah menggunakan istilah yang sama untuk menyebut periode dalam sejarah pemikiran evolusi dari dasawarsa 1880-an hingga sekitar tahun 1920, ketika alternatif untuk seleksi alam tengah dikembangkan dan diuji karena banyak pakar biologi yang mengira seleksi alam merupakan hipotesis Charles Darwin yang keliru, atau setidaknya tidak berdampak besar.[4][5] Istilah interfase Darwinisme juga telah dicetuskan untuk menghindari implikasi bahwa "gerhana" didahului oleh periode penelitian Darwinisme yang gencar.[1]

Walaupun terdapat berbagai alternatif yang telah diajukan untuk menjelaskan evolusi (termasuk vitalisme, katastrofisme, dan strukturalisme) pada abad ke-19, terdapat empat alternatif utama yang dipertimbangkan serius oleh ilmuwan:

  • Evolusi teistik yang meyakini bahwa Tuhan memandu evolusi secara langsung.
  • Neo-Lamarckisme yang merupakan gagasan bahwa evolusi didorong oleh pewarisan karakteristik yang diperoleh pada masa hidup suatu organisme.
  • Ortogenesis yang merupakan gagasan bahwa organisme terpengaruh oleh suatu gaya internal atau hukum perkembangan yang mendorong evolusi ke arah tertentu
  • Mutasionisme yang merupakan gagasan bahwa evolusi sebagian besar merupakan hasil mutasi yang menghasilkan bentuk-bentuk atau spesies-spesies baru dalam satu langkah.

Evolusi teistik sudah menghilang dari literatur ilmiah pada akhir abad ke-19 karena ketergantungan terhadap penjelasan supranatural dianggap tidak ilmiah. Alternatif lainnya memiliki pengikut yang besar hingga abad ke-20, tetapi pada akhirnya ditolak oleh konsensus biologi setelah perkembangan dalam bidang genetika membantah ketiga gagasan tersebut, sementara perkembangan di bidang genetika populasi dan sintesis modern menunjukkan kebenaran seleksi alam. Ernst Mayr menulis bahwa pada tahun 1930, sebagian besar buku teks biologi masih menegaskan adanya mekanisme-mekanisme non-Darwin.[6]

Keterangan

  1. ↑ In (Huxley 1942, hlm. 22–28). Digunakan lebih awal, sekitar tahun 1925, di dalam sebuah manuskrip yang tidak diterbitkan karya David Starr Jordan, untuk menunjukkan bahwa Darwinisme sedang mengalami kemunduran karena pakar biologi lebih tertarik dengan hal lain.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Largent, Mark A. (2009). "The So-Called Eclipse of Darwinism" (PDF). Descended from Darwin: Insights into the History of Evolutionary Studies, 1900–1970. American Philosophical Society. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-08-12. Diakses tanggal 2021-01-31.
  2. ↑ (Huxley 1942, hlm. 22–28)
  3. ↑ (Bowler 2003, hlm. 196, 224)
  4. ↑ (Bowler 1983)
  5. ↑ (Quammen 2006, hlm. 216–223)
  6. ↑ (Mayr & Provine 1998, hlm. x)

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan