Selasa, 27 Oktober 2026
14:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Gerbang Aleksander

Gerbang Aleksander

Bagikan:
250px-Darielpass_1906.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Darial Gorge sebelum 1906.
330px-Iranischer_Meister_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dzulkarnain dengan bantuan beberapa jin, membangun Tembok Besi untuk memisahkan bangsa barbar Yakjuj dan Makjuj dari bangsa-bangsa peradaban. (miniatur Persia abad ke-16).

Gerbang Aleksander adalah sebuah legenda pembatas yang dibangun oleh Aleksander Agung di Kaukasus untuk menjaga bangsa barbar tak beradab di utara (biasanya dikaitkan dengan Gog dan Magog) agar tidak menguasai wilayah selatan. Gerbang tersebut menjadi bahan pembicaraan populer dalam sastra perjalanan abad pertengahan, mula-mula pada Romansa Aleksander dalam sebuah versi yang diyakini berasal dari abad ke-6. Tembok tersebut kemudian diidentifikasikan dengan Gerbang Kaspia di Derbent, Rusia dan dengan Jalur Dariel atau Darial.

Sebuah teori alternatif menghubungkannya dengan yang disebut "Tembok Aleksander" (Tembok Raksasa Gorgan) di pesisir tenggara Laut Kaspia yang saat ini memiliki panjang 180 km.[1]

Pada kenyataannya, kedua bangunan tersebut dibangun oleh para penguasa Persia. Derbent (dalam bahasa Persia دربند Darband, artinya "gerbang tertutup"), didirikan pada akhir abad ke-5 atau permulaan abad ke-6, saat kota tersebut didirikan kembali oleh Kavadh I dari dinasti Sassaniyah Persia. Tembok Raksasa Gorgan dibangun pada masa pemerintahan dinasti Parthia bersamaan dengan pembangunan Tembok Raksasa China dan bangunan tersebut dipulihkan pada era Sasaniyah (abad ke-3 sampai ke-7)[2]

Catatan

Catatan penjelas
Kutipan
  1. ↑ Kleiber 2007.
  2. ↑ Omrani Rekavandi, H., Sauer, E., Wilkinson, T. & Nokandeh, J. (2008), The enigma of the red snake: revealing one of the world’s greatest frontier walls Diarsipkan 2008-12-18 di Wayback Machine, Current World Archaeology, No. 27, February/March 2008, pp. 12-22. PDF 5.3 MB Diarsipkan 2011-09-28 di Wayback Machine. p. 13

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan