Senin, 28 September 2026
05:02 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Geom Mojam

Geom Mojam (?-670) merupakan pemimpin militer dari gerakan yang singkat untuk mengembalikan Goguryeo setelah jatuh ke tangan Silla di akhir abad ke-7. Setelah kerajaan tersebut jatuh ke Tang dan Silla pada tahun 668, ia menyalakan sebuah gerakan oposisi di lembah Sungai Taedong dan pada tahun 670 mendirikan Anseung (안승, 安勝, sumber lain menyebutnya Ansun, 안순, 安舜) sebagai raja Goguryeo yang baru. Anseung dipercaya adalah anak haram Raja Bojang, raja terakhir di kerajaan tersebut. Ibu kota didirikan di yang sekarang adalah Chaeryŏng-gun, Hwanghae Selatan, Korea Utara. Pemberontakan dijelaskan secara singkat di dalam riwayat Samguk Sagi, Buku Goguryeo 10.

Geom Mojam
Hangul
검모잠
Hanja
劍牟岑
Alih AksaraGeom Mojam
McCune–ReischauerKŏm Mojam

Sebuah sumber menyatakan bahwa tempat kelahiran Geom adalah Surimseong (수림성, 水臨城), tetapi riwayat Samguk Sagi (“Sejarah Silla”/Raja Munmu 10/Bulan 6) menghubungkan bahwa ia adalah orang asli kota dinding di Yeongnim (tidak diketahui lokasinya). Tanggal kelahirannya tidak diketahui. Sebagai seorang pejabat militer, riwayat Samguk Sagi menyatakan bahwa, ia mencapai ranking ke-7 daehyeong (대형, 大兄), di antara 14 ranking para pejabat Goguryeo. Namun, sejarah baru Tang (buku 220/“Monograf Gaoli ”) mencatat namanya sebagai Gyeom Mojam (겸모잠, 鉗牟岑) dan kantornya adalah daejang.

Riwayat Samguk Sagi menghubungkan bagaimana mengikuti keruntuhan Goguryeo Geom berangkat dari benteng Gungmo (궁모성, 窮牟城) dan tiba di bagian selatan Sungai Pae ia bertemu dan membunuh beberapa pejabat Tang dan seorang biarawan Fa An (法安) sebelum menuju ke wilayah Silla. Di perjalanan ke Silla ia bertemu dengan Anseung di Pulau Saya (yang sekarang Pulau Soya) dan bersama-sama mereka pergi ke benteng Han (yang sekarang Chaeryŏng, kabupaten Chaeryŏng, Provinsi Hwanghae Selatan). Disana Anseung diproklamasikan sebagai raja Goguryeo.

Setelah menempatkan Anseung ke atas tahta, Geom mengirimkan sohyeong (소형, 小兄) Dasik (다식, 多式) ke Silla untuk meminta bantuan tentara dan pengakuan atas kerajaan. Silla pada saat ini bergelut untuk menghindari diserap oleh Dinasti Tang lewat Protektorat Umum untuk Menenangkan Timur (安東都護府), sebuah pemerintahan militer yang didirikan oleh Tang di semenanjung setelah Baekje dan Goguryeo jatuh. Kemudian, Silla dengan penuh hasrat mengirimkan seorang duta besar untuk mengakui Anseung sebagai raja yang sah di Goguryeo dan menawarkan sebuah aliansi. Namun hubungan Geom dengan Anseung tiba-tiba merenggang, dan Geom dibunuh atas perintah Anseung. Setelah pembunuhan, Anseung melarikan diri ke Silla dan kemudian memimpin Kerajaan Bodeok yang berada di Iksan dalam jangka waktu yang pendek.

Pergelutan Geom dibandingkan dengan pemimpin Baekje, Boksin, yang memimpin dengan nasib yang nahas dalam upayanya untuk memulihkan keadaan Baekje seperti dekade sebelumnya. Kegagalan utama dari perjuangan Geom juga menyiapkan jalan bagi diaspora Goguryeo berikutnya.[1]

Catatan

  1. ↑ "On the Goguryeo diaspora see". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-30. Diakses tanggal 2010-11-17.

Lihat Pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan