Minggu, 04 Oktober 2026
20:18 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Genteng atap

Genteng atap

Bagikan:
250px-Faster_wear_of_asphalt_shingles_along_eaves.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atap dengan genting yang terbuat dari aspal
250px-DryStoneRoofConstruction.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atap dengan genting yang terbuat dari potongan batu pipih

Genteng atap adalah komponen dari atap yang menutupi permukaan bagian atas, yang terdiri dari bagian-bagian yang tersusun saling bertindih (overlapping). Genteng atap dapat dibuat dalam bentuk dan cara pemasangan yang bervariasi, tetapi bentuk ang paling umum adalah segi empat. Atap dapat dibuat dari berbagai jenis bahan seperti kayu, batu, tanah liat, serat, aspal, plastik, asbes, dan logam tergantung kebutuhan dan biaya pembangunan. Genting atap harus dibuat tahan air karena melindungi bangunan dari hujan.

Genteng tanah liat

Sejarah

Pada awal abad ke-20, wabah pes melanda wilayah Jawa. Untuk mengendalikan penyebaran penyakit, Pemerintah Kolonial Belanda memerintahkan penggantian atap ilalang pada rumah tradisional dengan atap genteng tanah liat, karena atap ilalang dinilai tidak higienis.[1] Kebijakan ini berdampak pada melesatnya kebutuhan genteng berbasis tanah liat pada waktu itu.

Produksi

Pembuatan genteng dimulai dengan memilih tanah liat yang berkualitas. Kemudian, tanah liat dicampur pasir laut dengan perbandingan 4:1, lalu dicampur dengan air menggunakan mesin penggiling, dan diangin-anginkan selama empat hari. Genteng lalu dicetak, lalu diletakkan di atas rak untuk menjalani pengeringan tahap pertama dengan angin selama 10 hari, kemudian pengeringan tahap kedua dengan dijemur selama 4 hari.

Proses selanjutnya adalah pembakaran genteng dalam tungku bakar (tobong) dengan suhu 900 - 1000 derajat celcius. Dimulai dengan pengasapan dengan api kecil untuk menghilangkan uap air selama 4 hari, lalu dilanjutkan dengan pembakaran dengan api besar selama 2 hari. Sekali proses pembakaran tungku membutuhkan sekitar tiga truk kayu bakar.

Pada tahap pembakaran ini, kualitas genteng ditentukan berdasarkan lokasi pembakarannya. Genteng kualitas satu terletak tepat di tengah; genteng kualitas dua berada di atas, sehingga pembakaran kurang matang; genteng kualitas tiga berada di bagian bawah, sehingga hitam dan tampak gosong.

Setelah proses pembakaran selesai, genteng didiamkan selama dua hari, kemudian dihaluskan. Pada jenis genteng tertentu, genteng ditambah lapisan tambahan (coating) agar lebih tahan air dan lumut.

Daerah produsen

Kebumen, khususnya di daerah Pejagoan, Sruweng dan Klirong, memiliki industri kerajinan genteng. Industri ini didukung oleh melimpahnya bahan baku tanah liat berkualitas tinggi di Kebumen. Tanah liat di wilayah Kebumen berasal dari daerah lempeng dasar samudra yang terangkat karena proses tumbukan antar lempeng benua.[1]

Referensi

  1. 1 2 Dicky, Ismawadi (10 Agustus 2025) "Dari Tanah Menjadi Atap" Kompas. hal 13


Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Roof tiles.
Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan