Selasa, 22 September 2026
04:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Harpa mulut

Harpa mulut

alat musik instrumen lamellophone

Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.
250px-Jews%2BHarp%2B-%2B480.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang wanita sedang memainkan morchang dari Rajasthan.
250px-Kamuz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kamuz dari Slovakia.
250px-The_man_is_playing_Pikon%2C_Papuan_traditional_music_instrument.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pikon milik suku Hubula (Dani).

Harpa mulut adalah alat musik yang terbuat dari bambu, pelepah enau, kayu, atau logam, yang dimainkan dengan mendekatkannya ke rongga mulut, kemudian menarik-narik utas (tali) yang dihubungkan dengan lidah getar pada alat musik tersebut, atau memetik lidah getar berupa lamela logam, sedangkan mulut si pemakai berfungsi sebagai resonator. Genggong termasuk alat musik jenis idiofon yang dimainkan dengan cara dipetik (lamelofon).[1]

Penamaan dan variasi

250px-Tronpa_edo_musugitarra.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu variasi harpa mulut tradisional yang digunakan di wilayah Basque, Spanyol.

Berbagai variannya ada di berbagai penjuru dunia, seperti: Jew's harp, jaw harp, atau mouth harp (Inggris), drumbla (Slowakia), khomus (Siberia), morchang (Rajasthan).

Di Indonesia terdapat karinding (Jawa Barat),[2] Genggong (Bali), rinding (Jawa Tengah), sagasaga (Sumatra Utara),[3] kuriding (Kalimantan Selatan), pikon (Papua Pegunungan),[4] knobe oh (NTT),[5] selober (NTB), yori (Sulawesi Tengah),[6] gongga lawe (Sulawesi Barat).[7]

Sejarah

Penggambaran paling awal tentang seseorang yang sedang memainkan harpa mulut terdapat pada lukisan Tionghoa yang dibuat pada abad ke-4 SM.[8] Peninggalan arkeologis di Eropa berupa harpa mulut yang masih utuh juga diklaim berasal dari zaman yang sama, tapi tidak ada catatan maupun lukisan sejarah yang berasal dari masa tersebut yang menampilkan alat musik harpa mulut.[9]

Genggong Bali

Genggong Bali adalah alat musik harpa mulut tradisional yang berasal dari Bali dan diwariskan secara turun temurun, kemungkinan besar ditemukan pada abad ke-18 di desa Batuan, Gianyar yang sampai saat ini masih menjadi alat musik yang populer disana. [10] Dahulu, genggong sering dimainkan oleh para petani sambil melepas lelah di sawah. Bahkan, tidak jarang juga dulu seseorang memainkan genggong dengan maksud untuk menarik perhatian wanita (kekasihnya). Fungsi perangkat gamelan ini sekarang hanyalah terbatas untuk keperluan hiburan belaka (balih-balihan). Pada masa lalu gamelan genggong Bali juga sering dipergunakan dalam rangkaian upacara perkawinan, yaitu pada saat pengantin pria menjemput pengantin wanita atau pada waktu upacara permakluman secara religi (mepejati)

Alat musik ini berasal dari pelapah pohon enau (Dalam Bahasa Bali disebut pugpug) Genggong sangat berhubungan erat dengan laras slendro empat nada, yang dipakai dalam gamelan Bali Genggong yang semula merupakan instrumen tunggal, dalam perjalanan sejarahnya kemudian dikembangkan dan berkembang menjadi sebuah barungan (ensambel).[11]

Referensi

  1. "Asal Usul Alat Musik Bali Genggong, Dibuat Oleh Gajah Mada Saat Istirahat". Suarabali.id. Diakses tanggal 2026-01-23.
  2. "Atraksi Seni Musik Tradisional Kaledor". jadesta.kemenpar.go.id. Diakses tanggal 2026-01-23.
  3. "Kajian Organologis Saga-saga Batak Toba Buatan Bapak Guntur Sitohang Di Desa Turpuk Limbong Kecamatan Harian Boho, Kabupaten Samosir". text-id.123dok.com. Diakses tanggal 2026-01-23.
  4. Dwi (2023-06-06). "13 Alat Musik Tradisional Papua dan Cara Memainkannya". Tambah Pinter (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-23.
  5. Anggraeni, Annisa. "Mengenal 5 Alat Musik Trandisional NTT, Bukan Hanya Sasando". detikbali. Diakses tanggal 2026-01-23.
  6. "Yori Khas Sulawesi Tengah » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-01-23.
  7. "Gonggo Lawe » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-01-23.
  8. "Sicilian Item of the day:Marranzano". Siciliamo (blog). 2007-08-10. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-08. Diakses tanggal 2008-02-20.
  9. Silkroad Foundation; Lee, Adela C.Y. "The Search for the Origins of the Jew's Harp". silkroadfoundation.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-30. Diakses tanggal 20 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. https://budaya-data.kemdikbud.go.id/wbtb/objek/AA001514
  11. https://isi-dps.ac.id/genggong-2/

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jaw harps.


Ikon rintisan

Artikel bertopik alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan