Senin, 19 Oktober 2026
07:37 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Gendang panjang

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Gendang panjang adalah sejenis alat musik tabuh dari Riau, Indonesia.[1] Gendang panjang merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul dan umumnya digunakan untuk mengiringi tari tradisional.[2] Di beberapa negara, khususnya India, gendang panjang sering disebut dhol.[3]

Struktur

Gendang panjang memiliki panjang sekitar 21 inci yang terbuat dari jenis kayu merbau yang tahan lama dan keras. Alat musik tradisional ini memiliki ukuran diameter sekitar 15 sentimeter hingga 30 sentimeter. Gendang panjang terdiri dari 2 sisi, yang terdiri atas sisi panjang yang disebut "induk" dan sisi lebih kecil yang disebut "anak". Satu sisi gendang panjang lebih kecil daripada sisinya yang lain. Gendang induk memiliki kulit yang terbuat dari kulit sapi, sedangkan kulit gendang anak terbuat dari kulit kerbau. Kulit yang diletakkan di kedua sisi dapat diikat dengan rotan yang dililitkan.[3] Gendang panjang biasanya dimainkan dengan cara memukul gendang menggunakan 2 potong rotan.[4]

Kegunaan

Gendang panjang digunakan sebagai iringan tari tradisional dan digunakan bersama alat musik lainnya untuk mengiringi lagu-lagu daerah atau dimainkan untuk menyambut tamu dan pesta pernikahan.[5][6] Di daerah Jambi dan Kepulauan Riau, alat musik ini juga digunakan untuk mengiringi seni pencak silat.[7][3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Ensiklopedi musik Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. 1985. hlm. 47.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Saputra, Ogi Chandra; Ismunandar; Indrapraja, Diecky (2015-12-28). "STRUKTUR ANALISIS MUSIK IRINGAN TARI JEPIN PISAU KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT". Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (dalam bahasa American English). 4 (12). ISSN 2715-2723. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-01-14. Diakses tanggal 2020-01-18.
  3. 1 2 3 Deskripsi Seni Kepulauan Riau (PDF). Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman. 2014.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Katalog Warisan Budaya tak benda. Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ "6 Ragam Alat Musik Gendang Nusantara dan Cara Memainkannya". www.orami.co.id. 2021-07-30. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-01. Diakses tanggal 2021-10-20.
  6. ↑ "Ketahui 6 Jenis Gendang sebagai Alat Musik Ritmis, Materi Kelas 5 SD Tema 9 - Bobo". bobo.grid.id. Diakses tanggal 2026-01-22.
  7. ↑ Peralatan Musik Tradisional Daerah Jambi (PDF). Jambi: Taman Budaya Propinsi Jambi. 1997.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan