Kamis, 29 Oktober 2026
22:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Gendang Melayu

Bagikan:

Gendang Melayu adalah nama alat musik yang banyak digunakan oleh masyarakat Melayu khususnya di kota palembang. Gendang Melayu merupakan instrumen perkusi paling vital dalam khazanah musik tradisional Melayu di seluruh Nusantara, mulai dari Sumatra, Kalimantan, hingga Semenanjung Malaya. Keberadaannya bukan sekadar alat musik, melainkan "jantung" yang mengatur ritme dan emosi dalam setiap pertunjukan seni.Gendang Melayu termasuk dalam kategori membranofon dua sisi (memiliki dua permukaan kulit).

  • Bentuk: Memiliki badan (kelong) yang terbuat dari kayu keras seperti kayu nangka, merbau, atau cempedak. Bentuknya cenderung asimetris, di mana salah satu ujungnya sedikit lebih besar dari ujung lainnya.
  • Permukaan Kulit: Menggunakan kulit hewan, biasanya kulit kambing untuk sisi yang menghasilkan suara tinggi, dan kulit kerbau atau lembu untuk sisi yang menghasilkan suara lebih rendah/bass.
  • Tali Pengikat: Kulit dikencangkan dengan tali yang terbuat dari rotan atau kulit hewan yang disebut sedot atau belulang.[1][2]Alat musik ini merupakan jenis membranofon yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan.[3][1]

Referensi

  1. 1 2 Syarifuddin; Alian; Yunani (2022-01-15). Ensiklopedia : Seni, Budaya, Dan Pariwisata Kota Palembang. Bening Media Publishing.
  2. ↑ Kurniawan, Arif; Maulidiwati, Maulidiawati (2022-11-27). "Pola Tabuh Gendang Melayu pada Musik Pengiring Tari Tanggai di Kota Palembang". Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni (dalam bahasa Inggris). 5 (2): 178–193. doi:10.37368/tonika.v5i2.453. ISSN 2685-1261.
  3. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-05-06). "Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-10-02.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan