Senin, 12 Oktober 2026
15:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Gempa vulkanik

Gempa akibat magma gunung berapi mengalami pergerakan

Bagikan:

Gempa vulkanik adalah gempa bumi yang terjadi karena magma di dalam gunung berapi sedang mengalami pergerakan. Nama lain dari gempa vulkanik adalah gempa gunung berapi. Penamaannya sesuai dengan waktu terjadinya gempa yaitu sebelum atau sesudah letusan gunung berapi. Gempa vulkanik merupakan pertanda meletusnya gunung berapi. Kekuatan gempa vulkanik ditentukan oleh besarnya pergerakan magma maupun letusan gunung berapi.[1]

Gempa vulkanik umumnya tidak sebesar gempa bumi tektonik. Gempa bumi tektonik, yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik, biasanya jauh lebih besar dan lebih kuat daripada gempa bumi yang dipicu oleh aktivitas gunung berapi. Meskipun gempa bumi vulkanik dapat menjadi signifikan dan menyebabkan kerusakan, gempa bumi ini biasanya lebih kecil dan lebih terlokalisasi, sering kali terjadi bersamaan dengan letusan gunung berapi.

Gempa vulkanik dapat menjadi peringatan dini akan terjadinya letusan gunung berapi, seperti yang terjadi pada letusan Gunung St. Helens 1980. Retentetan gempa vulkanik dapat menjadi penanda lokasi aliran magma di seluruh gunung berapi. Kawanan ini dapat direkam oleh seismometer dan tiltmeter (alat yang mengukur kemiringan tanah) dan digunakan sebagai sensor untuk memprediksi letusan yang akan terjadi atau yang akan datang.

Referensi

  1. ↑ Islami, Nur (2017). Fisika Bumi (PDF). Pekanbaru: Universitas Riau Press. hlm. 77. ISBN 978-979-792-797-4. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-06-03. Diakses tanggal 2021-06-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan