Jumat, 23 Oktober 2026
17:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Gelanggelang

wilayah historis di Jawa

Bagikan:

Gelanggelang atau Gégélang adalah wilayah historis di Jawa. Letaknya sekarang adalah sebagian eks-Karesidenan Madiun (terutama Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo). Gelanggelang dalam catatan sejarah tidak pernah menjadi daerah yang sepenuhnya berdaulat. Wilayah ini tercatat dikuasai oleh Kerajaan Medang, Kahuripan, Kadiri, Singhasari, Majapahit, Demak, Kesultanan Pajang, hingga Mataram[butuh rujukan]

Pusat Gelanggelang berada di Dusun Ngrawan, Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Keberadaan Ngurawan dan Gelang Gelang secara jelas termuat dalam prasasti Mula Malurung bertarikh 1255. Prasasti ini antara lain menyebut sanak kadang dan keturunan Seminingrat yang dinobatkan sebagai raja di Negara bagian Tumapel Singasari. Di antaranya menyebutkan Nararya Hurukbali, putri sang prabu Seminingrat yang menjadi permaisuri Jayakatwang, ditetapkan sebagai ratu kerajaan Gelang Gelang di daerah Wurawan.[1][2]

Pada tahun 1271, Sastrajaya digantikan putranya bernama Jayakatwang.[3] Pada tahun ini, Sri Kertanegara mengangkat Jayakatwang sebagai adipati Kadiri menggantikan ayahnya Sastrajaya, sementara Turukbali tetap bersemayam di Gelang Gelang. Sampai kemudian pada tahun 1292, Jayakatwang yang berkuasa atas Kediri dan Gelang Gelang berhasil menghancurkan pemerintahan Kertanegara di Singasari. Tapi setahun kemudian Jayakatwang dihancurkan Raden Wijaya. Sejak saat itu perlahan keberadaan Gelang Gelang surut. Ketika Majapahit berdiri, bekas wilayah Gelang Gelang berganti nama sebagai keraton Pandansalas.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Gelang Gelang (Ngurawan), kerajaan / Prov. Jawa Timur – kawasan Madiun". Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia (dalam bahasa Inggris). 2019-03-07. Diakses tanggal 2024-01-12.
  2. ↑ akuindonesiana (2014-01-27). "Mari Pelajari Peninggalan Bersejarah Kerajaan Gelang Gelang". Berita Informasi Seputar Indonesia Terkini (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-12.
  3. ↑ Girindra: Pararaja Tumapel-Majapahit
  4. ↑ "Kerajaan Gelang Gelang, Kerajaan Jayakatwang di Madiun". kumparan. Diakses tanggal 2024-01-12.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan