Sabtu, 17 Oktober 2026
22:31 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Gegar otak

Gegar otak

Bagikan:
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
250px-Concussion_mechanics.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mekanisme gegar otak

Gegar otak atau konkusi adalah trauma kepala yang tidak disertai kerusakan jaringan otak dan menyebabkan pingsan selama tidak lebih dari 10 menit.[1] Orang yang mengalami gegar otak setelah sadar dari pingsannya akan mengeluh pusing dan muntah-muntah.[1] Gegar otak juga bisa diikuti dengan vertigo atau amnesia retrograde.[1] Amnesia retrograde yaitu kehilangan ingatan untuk periode yang terbatas sebelum terjadinya kecelakaan.[1] Istilah lain untuk gegar otak adalah konkusio otak.[1] Pengobatan yang dilakukan untuk penderita gegar otak adalah dengan istirahat berbaring, pemberian obat nyeri kepala, obat muntah dan membatasi pemberian cairan (satu hari maksimal 2 liter).[1] Setelah itu, penderita kemudian secara bertahap diajak untuk mobilisasi yaitu mulai dari duduk, berdiri, dan berjalan tetapi aktivitas masih tetap dibatasi.[1] Seseorang yang mengalami gegar otak sebaiknya segera dirawat di rumah sakit karena dimungkinkan terjadi pendarahan epidural yang memerlukan untuk segera dioperasi.[1] Pendarahan epidural adalah pendarahan yang terjadi pada daerah antara tengkorak dan selaput keras otak.[1] Gejala gegar otak apabila tidak ditangani baik dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah.[2] Salah komplikasi yang dapat terjadi akibat gegar otak adalah penyakit epilepsi.[2] Gegar otak biasanya disebabkan oleh benturan, tetapi tidak semua benturan yang mengenai kepala dapat menyebabkan gegar otak.[2] Hal itu terjadi karena otak dilindungi oleh tengkorak yang kokoh yang dilengkapi dengan selaput otak.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: Ichtiar Baru. hlm. 1097.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthor= diabaikan (|author= disarankan)
  2. 1 2 3 4 "Gejala Gegar Otak". Beta Crowd Voice. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-31. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan