Kamis, 22 Oktober 2026
20:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Gedung Marba

Gedung Marba

gedung di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022)
Infotaula de geografia políticaGedung Marba
bangunan bersejarah Suntingan nilai di Wikidata
330px-Gedung_Marba%2C_2025_%2804%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Gedung_Marba&revid=29822298&groups=_e753bea26e2c2998ebd9d0fa04789c8e1de684ad&parser=parsoidKoordinat: 6°58′6.8″S 110°25′40.4″E / 6.968556°S 110.427889°E / -6.968556; 110.427889 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJawa Tengah
Kota di IndonesiaSemarang Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Informasi tambahan
Kode pos50137 Suntingan nilai di Wikidata

Gedung Marba adalah salah satu cagar budaya Indonesia yang terletak di Kota Lama Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung Marba telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Indonesia dengan nomor pendaftaran yaitu CB.1165. Penetapan Gedung Marba sebagai salah satu cagar budaya Indonesia secara hukum melalui Surat Keputusan Wali kota Semarang nomor 646/50/1992. Penerbitan surat keputusan ini pada tanggal 4 Febuari 1992.

Sejarah

Gedung ini dibangun pada pertengahan abad ke-19 Masehi. Gedung Marba mempunyai 2 lantai dengan dinding setebal rata-rata 20 sentimeter. Gedung Marba dibangun dan dimiliki oleh seorang saudagar kaya dari Yaman yang bernama Marta Badjunet. Nama gedung ini merupakan akronim dari nama pemiliknya. Fungsi gedung ini awalnya ada dua yaitu sebagai kantor urusan pelayaran dan toko dagang. Nama kantor pelayaran tersebut adalah Ekspedisi Muatan Kapal Laut. Sedangkan nama toko dagangnya adalah De Zeikel. Kepemilikan Gedung Marba diberikan kepada anak Marta sebagai ahli waris yang bernama Marzuki Bawazir.

Bangunan

Gedung Marba memakai dekorasi dengan ornamen khas Hindia Belanda. Bahan bangunan yang utama adalah batu bata, kayu, dan besi tuang. Bentuk simetri diterapkan pada setiap kolom dan jendela. Kolom ditata rapi mengikuti pola 1:2:3 dengan corak renaisans. Bagian jendela dibuat dengan perbandingan matematika yang memanfaatkan rasio emas.[1] Gedung Marba hanya menggunakan sedikit gaya arsitektur neoklasik. Sebagian kecil bagian gedung juga mulai memakai bahan bangunan modern seperti kaca.[2]

Referensi

  1. ↑ "Gedung Marba - Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya". cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-14. Diakses tanggal 14 Juli 2021.
  2. ↑ Indraswara, M. Sahid (2011). "Kajian Konservasi Gedung Marba" (PDF). Modul. 11 (1): 54. ISSN 0853-2877. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-26. Diakses tanggal 2021-07-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan