Selasa, 27 Oktober 2026
08:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Gaya Imperium

Gaya Imperium

Gaya arsitektur yang berawal dari Perancis

Bagikan:
250px-Arc_De_Triomphe_2004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Arc de Triomphe of Place de l'Étoile: salah satu bangunan di Prancis yang menggunakan gaya empire

Gaya Imperium adalah gaya dalam arsitektur bangunan, rumah atau perabotan rumah yang berkembang di Eropa.[1] Gaya ini merupakan fase utama seni neo-klasik yang berkembang di Prancis pada masa kekaisaran pertama (1804-1814).[2] Gaya imperium berasal dari gaya Louis XVI yang klasik dan mewah serta dipengaruhi oleh bentuk-bentuk gaya Yunani, Romawi dan Mesir.[2] Ciri-ciri dari gaya ini adalah menggunakan hiasan-hiasan dan lekat dengan sepuhan perunggu, terutama dalam perabotan rumah tangga.[1]

Arsitektur gaya imperium terdapat pada bangunan dan monumen di Paris, seperti Gereja Madeleine (awalnya Kuil Glory) dan Jean Chalgrin’s Arc de Triomphe de l’Etoile.[2] Arsitek Prancis Charles Percier dan Pierre Fontaine yang merancang perabot untuk kamar negara Napoleon berkontribusi dalam penciptaan gaya empire, baik dalam desain interior maupun desain furnitur.[2] Gaya imperium yang dimulai di Prancis, khususnya Paris dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa.[2] Akan tetapi, gaya tersebut disesuaikan dengan selera nasionalnya sendiri.[2] Di Jerman gaya ini disebut dengan Biedermeier yang banyak dijumpai di kalangan menengah.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 "Empire Style". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-04-13. Diakses tanggal 12 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan