Kamis, 29 Oktober 2026
20:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gaya Imperium

Gaya Imperium

Gaya arsitektur yang berawal dari Perancis

Bagikan:
250px-Arc_De_Triomphe_2004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Arc de Triomphe of Place de l'Étoile: salah satu bangunan di Prancis yang menggunakan gaya empire

Gaya Imperium adalah gaya dalam arsitektur bangunan, rumah atau perabotan rumah yang berkembang di Eropa.[1] Gaya ini merupakan fase utama seni neo-klasik yang berkembang di Prancis pada masa kekaisaran pertama (1804-1814).[2] Gaya imperium berasal dari gaya Louis XVI yang klasik dan mewah serta dipengaruhi oleh bentuk-bentuk gaya Yunani, Romawi dan Mesir.[2] Ciri-ciri dari gaya ini adalah menggunakan hiasan-hiasan dan lekat dengan sepuhan perunggu, terutama dalam perabotan rumah tangga.[1]

Arsitektur gaya imperium terdapat pada bangunan dan monumen di Paris, seperti Gereja Madeleine (awalnya Kuil Glory) dan Jean Chalgrin’s Arc de Triomphe de l’Etoile.[2] Arsitek Prancis Charles Percier dan Pierre Fontaine yang merancang perabot untuk kamar negara Napoleon berkontribusi dalam penciptaan gaya empire, baik dalam desain interior maupun desain furnitur.[2] Gaya imperium yang dimulai di Prancis, khususnya Paris dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa.[2] Akan tetapi, gaya tersebut disesuaikan dengan selera nasionalnya sendiri.[2] Di Jerman gaya ini disebut dengan Biedermeier yang banyak dijumpai di kalangan menengah.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 "Empire Style". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-04-13. Diakses tanggal 12 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan