Rabu, 28 Oktober 2026
06:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Garis Gothic

Garis Gothic

Bagikan:
Serangan Garis Gothic
Bagian dari the Kampanye Italia dalam Perang Dunia II
330px-Ww2_europe_map_italy_june_until_december_1944.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Jerman dalam posisi bertahan di Italia Utara, 1944
Tanggal25 Agustus 1944 – awal Maret 1945
Lokasi
Hasil Tidak meyakinkan
Pihak yang terlibat

 Britania Raya

 Amerika Serikat
Kanada
Polandia
 Kerajaan Italia
 Selandia Baru
 Afrika Selatan
 Brasil
Yunani
 Jerman
Republik Sosial Italia
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Britania Raya Harold Alexander
Britania Raya Oliver Leese (hingga September 1944)
Britania Raya Richard L. McCreery (mulai September 1944)
Amerika Serikat Mark Clark
Brasil Mascarenhas de Morais
Jerman Nazi Albert Kesselring
Jerman Nazi Heinrich von Vietinghoff
Jerman Nazi Joachim Lemelsen
Republik Sosial Italia Republik Sosial Italia Rodolfo Graziani
Kekuatan
U.S. Fifth Army
British Eighth Army
Brazilian Expeditionary Force
Angkatan Darat ke-10
Angkatan Darat ke-14
Grup Angkatan Darat Liguria
Korban jiwa dan kerugian
40.000[1]

Garis Gothic (bahasa Jerman:Gotenstellung; bahasa Italia:Linea Gotica) adalah garis pertahanan Jerman dalam Kampanye Italia selama Perang Dunia II. Garis pertahanan utama yang terakhir ini dibentuk oleh Field Marshal Albert Kesselring di sepanjang puncak Pegunungan Apennine bagian utara selama penarikan mundur pasukan Jerman dari Italia ketika melawan Tentara Sekutu di Italia yang dikomandoi oleh Jenderal Sir Harold Alexander.

Dengan mengerahkan lebih dari 15.000 buruh budak, Jerman Nazi menciptakan lebih dari 2.000 sarang senapan mesin yang dibentengi dengan baik, kasemat, bunker, pos pengamatan dan posisi pertempuran artileri untuk mengusir segala upaya yang melanggar Garis Gothic.[2] Awalnya Garis ini dilanggar selama Operasi Zaitun (juga kadang-kadang dikenal sebagai Pertempuran Rimini), tetapi pasukan Kesselring secara konsisten dapat menghentikannya dengan baik. Pelanggaran Garis Gothic ini terus terjadi walaupun tanpa efek yang berarti hingga Maret 1945 dan berakhir ketika terjadi serangan Sekutu terakhir pada April 1945 sebagai bagian dari Kampanye Italia.[3]

Referensi

Catatan

Catatan kaki
Kutipan
  1. ↑ The lost evidence- Monte Cassino- history channel[dibutuhkan verifikasi sumber]
  2. ↑ Sterner, 2008. p.106
  3. ↑ Bryn, Chapter 14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan