Rabu, 28 Oktober 2026
03:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Gandar Wahid

seorang Raja Deli ke V

Bagikan:
Gandar Wahid
Sultan Deli
Berkuasa1761-1805
PendahuluTuanku Panglima Pasutan
PenerusSultan Amaluddin Mangendar
AyahTuanku Panglima Pasutan
Nama takhta
Tuanku Panglima Gandar Wahid
AgamaSunni Islam

Tuanku Panglima Gandar Wahid (Abad ke-18 M-mangkat pada tahun 1805) adalah seorang Raja Deli ke-V. Ia memerintah dari tahun 1761 sampai tahun 1805.[1][2] Ia adalah anak dari Tuanku Panglima Pasutan, Raja Deli yang ke-IV.[2]

Pemerintahan

Di bawah pemerintahan Panglima Gandar Wahid, kedudukan Datuk Empat Suku semakin kokoh sebagai wakil rakyat karena peranannya semakin nyata sebagai pengaman rakyat. Ia ini memindahkan pusat pemerintahan ke hilir, yaitu ke daerah Kampung Labuhan Deli. Pemindahan kedudukan pemerintahan yang berkali-kali ini mempunyai tujuan untuk mengkokohkan kawasan pemerintahannya tersebut. Dalam masa pemerintahannya, ia mulai merintis perdagangan hasil bumi dengan daerah lain.[3]

Meneruskan kepemimpinan terdahulu, Panglima Gandar Wahid tetap menerapkan kanun Islam dalam sistem pemerintahannya. Walaupun saat itu sebagian wilayah kesultanan telah berpisah menjadi Kesultanan Serdang,[4] ia terus membangun Negeri Deli menjadi negeri yang madani yang rakyatnya sejahtera, dan juga terus menjaga hubungan sosial dengan rakyat yang menjadi tanggung jawabnya.[3]

Pada masa pemerintahannya, tari Zapin Labuhan mulai dikembangkan, yang kemudian menjadi salah satu tarian tradisional masyarakat Melayu Deli.[5]

Wafat

Panglima Gandar Wahid mangkat pada tahun 1805 dan digantikan putra ke tiganya.[1] Makamnya terdapat di halaman Mesjid Raya Al-Osmani di Medan.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Barus, Saparudin; Sulistiyono, Singgih Tri; Rochwulaningsih, Yety. "The Discovery of Deli Sultanate Currency in Batubara, North Sumatra". Journal of Maritime Studies and National Integration, 5 (1) 2021: 42-47 | E-ISSN: 2579-9215. 5 (1) 2021: 46. ISSN 2579-9215.
  2. 1 2 Gultom, Jimly Qardhawi (2022). North Sumatra Tourism Anthropology, The Sultancy of Deli: A Historiographic Review (PDF). The 3rd International Conference on Social Sciences and Interdisciplinary Studies (ICSSIS).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Takari, Muhammad (2012). Sejarah Kesultanan Melayu Deli dan Peradaban Masyarakatnya (The History of Malay Deli Sultanate and Its Society's Civilization). University of Sumatera Utara Press. ISBN 979 458 608 0. Diakses tanggal 2022-07-23.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Sinar (Tengku.), Luckman (1996). The History of Medan in the Olden Times (dalam bahasa Inggris). Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni Budaya Melayu. hlm. 25.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Martozet, Martozet (2021-01-14). "The Existency of Traditional and Modern Dance in Medan City". Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 203–212. doi:10.33258/birle.v4i1.1574. ISSN 2655-1470.
  6. ↑ KompasTV Medan (2022-04-01). "Jelang Ramadan, Sultan Deli ke-14 Gelar Ziarah Makam". KOMPAS.tv. Diakses tanggal 2024-08-07.

Pranala luar

Didahului oleh
Tuanku Panglima Pasutan
'Panglima Deli'
1761-1805
Dilanjutkan oleh
Sultan Amaluddin Mangendar Alam
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan