Rabu, 14 Oktober 2026
01:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Galur murni

Bagikan:

Galur murni atau lini murni adalah generasi zuriat (keturunan, progeny) asal satu induk yang masing-masing individu anggotanya memiliki genotipe seragam karena homozigot untuk (hampir) semua lokusnya akibat penyerbukan/pembuahan sendiri yang berulang-ulang.[1] Istilah ini diperkenalkan oleh Wilhelm Johanssen, ilmuwan asal Denmark, dalam percobaan klasiknya mengenai seleksi galur murni terhadap biji buncis untuk menunjukkan bahwa variasi fenotipe dalam populasi disebabkan oleh genetik (keturunan) dan pengaruh lingkungan.

Istilah galur murni lebih sering digunakan pada tanaman, terutama yang dapat melakukan penyerbukan sendiri. Pembuatannya dilakukan melalui penyerbukan sendiri terus-menerus. Setiap individu yang menunjukkan perubahan sifat dari induk asalnya akan disingkirkan (seleksi negatif). Dalam seleksi yang ketat, dari satu generasi akan diambil hanya satu individu yang diperbolehkan untuk diambil keturunannya. Pada tingkat lanjut, dapat dipastikan bahwa (hampir) setiap lokus akan homozigot dan semua individu anggota galur murni memiliki genotipe yang (hampir) serupa (seragam/homogen).

Galur murni memiliki karakteristik sebagai berikut.[2]

  1. Semua individu anggota galur murni memiliki genotipe yang serupa karena berasal dari satu induk dan melalui proses pemurnian dengan pembuahan sendiri.
  2. Karena homozigot dan seragam, variasi yang tampak (fenotipe) dalam suatu galur murni akan disebabkan oleh pengaruh lingkungan sehingga tidak akan diwariskan ke keturunannya.
  3. Galur murni dapat mengalami perubahan seiring perbanyakan terus-menerus, akibat percampuran mekanik, penyerbukan silang dari populasi tetangganya (jika kontrol kurang baik dilakukan), mutasi, atau sebab-sebab lain.

Pemanfaatan galur murni:[2]

  1. Galur murni yang unggul (superior) dapat digunakan sebagai kultivar.
  2. Galur murni dapat digunakan sebagai tetua persilangan untuk mendapatkan kombinasi genetik baru dalam pembentukan kultivar baru.
  3. Karena seragam dan homozigot, galur murni digunakan untuk kajian-kajian mutasi dan penelitian di berbagai bidang, seperti imunologi, biokimia, farmasi, fisiologi, dan kedokteran.

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ TOLSTORUKOV, I.I. The Great Soviet Encyclopedia, 3rd Edition (1970-1979) Diarsipkan 2020-09-22 di Wayback Machine. © 2010 The Gale Group, Inc.
  2. 1 2 "Method of Plant Breeding in Self Pollinated Plants – Pure Line Selection". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-25. Diakses tanggal 2015-01-31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan