Senin, 28 September 2026
04:42 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

GRUNK

Artikel ini mengandung teks berbahasa Khmer. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan aksara Khmer.

GRUNK, sebuah akronim Prancis untuk Pemerintah Kerajaan Uni Nasional Kamboja (bahasa Prancis:Gouvernement royal d'union nationale du Kampuchéa, bahasa Khmer:រាជរដ្ឋាភិបាលរួបរួមជាតិកម្ពុជា), adalah sebuah pemerintahan dalam pengasingan Kamboja, yang berbasis di Beijing, yang berdiri antara 1970 dan 1976. Secara resmi, pemerintahan tersebut memegang kendali atas Kamboja antara 1975 dan 1976.

GRUNK berbasis pada sebuah koalisi (FUNK, akronim untuk "Front Serikat Nasional Kerajaan") antara pendukung Kepala Negara pengasingan Pengaran Norodom Sihanouk dan Khmer Merah (sebuah sebutan yang diberikan untuk para anggota Partai Komunis Kamboja). Pemerintahan tersebut dibentuk, dengan bekingan Tiongkok, tak lama setelah Sihanouk dilengserkan dalam kudeta Kamboja 1970.

Peristiwa setelah kejatuhan Kamboja Demokratik

Setelah invasi Vietnam 1978, kekalahan Khmer Merah dan kemudian pendirian Republik Rakyat Kamboja, Sihanouk diminta oleh para pemimpin Khmer Merah untuk melayangkan kasus Kamboja Demokratik ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sihanouk secara terbuka terpecah dengan Khmer Merah, menuntut agar mereka dikeluarkan dari PBB karena telah melakukan pembunuhan massal.[1] Upaya Khmer Merah untuk mendirikan sebuah organisasi front baru - Front Patriotik dan Demokratik Uni Nasional Besar Kamboja - untuk mengesahkan ulang peranan mereka dalam penggulingan rezim 'Kamboja Demokratik' mula-mula mendatangkan sedikit keberhasilan.

Namun, pada Juni 1982, Sihanouk dan organisasi FUNCINPEC-nya masuk kembali dalam asosiasi menyulitkan dengan Khmer Merah dalam Pemerintahan Koalisi Kamboja Demokratik, yang masih menduduki kursi Kamboja di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mitra ketiga dalam koalisi tersebut adalah 'pasukan ketiga' Front Pembebasan Nasional Rakyat Khmer yang dipimpin Son Sann.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Coalition Government of Democratic Kampuchea Diarsipkan 2011-08-05 di Wayback Machine., Library of Congress Country Studies
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan