Rabu, 28 Oktober 2026
00:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Fushimi Inari-taisha

Fushimi Inari-taisha

bangunan kuil di Jepang

Bagikan:
Fushimi Inari Taisha
250px-Fushimi_Inari_R%C5%8Dmon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerbang Utama Romon
Lokasi Fushimi-ku, Kyoto
Koordinat 34°58′02″LU, 135°46′22″BT
Saijin Ukanomitama
Peringkat Terdaftar dalam Jinmyōchō (Engishiki), nijūnisha, kampeisha
Tahun didirikan 711
Arsitektur
kuil utama
Nagare-zukuri
Tanggal festival 3 Mei

Fushimi Inari Taisha (伏見稲荷大社) adalah kuil Shinto yang berada di Fushimi-ku, Kyoto, Jepang. Kuil ini merupakan kuil pusat bagi sekitar 40.000 kuil Inari yang memuliakan Inari. Kuil utama (honden) terletak di kaki Gunung Inari, dan tanah milik kuil mencakup gunung yang tingginya 233 meter.

Di kuil ini dimuliakan Ukanomitama bersama pendampingnya, Satahiko no Ōkami, Ōmiyanome no ōkami, Tanaka no ōkami, dan Shi no ōkami (四 大神).[1] Inari dipercaya sebagai dewa pertanian, sehingga kuil ini dipercaya membawa berkah bagi panen palawija, kesukesan dalam perdagangan bisnis, dan keselamatan di bidang transportasi.

Kuil Fushimi Inari masuk dalam peringkat kuil menurut Jinmyōchō (daftar nama kuil) yang diterbitkan bersama Engishiki. Selain itu, kuil ini berada dalam kelompok 7 kuil papan atas dari daftar 22 kuil utama (Nijūnisha). Dalam sistem lama peringkat kuil Shinto, kuil ini merupakan salah satu dari kampeisha (kuil resmi yang didanai pemerintah Jepang).

Kuil utama yang ada sekarang dibangun tahun 1499 setelah bangunan yang lama habis terbakar sewaktu terjadi Perang Ōnin. Aula utama kuil ini ditetapkan pemerintah Jepang sebagai warisan budaya yang penting. Sejak abad ke-17, penganut kuil Fushimi Inari memiliki tradisi membangun torii. Sekitar 10.000 torii yang berderet-deret di Gunung Inari merupakan hasil sumbangan umat. Di antaranya, Senbon torii (deretan seribu torii) telah menjadi salah satu objek pariwisata.

Sejarah

Pada tahun 711, Hata no Iroku menerima perintah kaisar untuk mendirikan kuil untuk sanza (tempat bertahta tiga Kami) di Gunung Inari. Menurut literatur Nijūni shaki, ketiga Kami tersebut adalah Ōmiyame no mikoto, Ukanomitama no mikoto, Sarutahiko no mikami.[1] Kisah serupa juga ditulis dalam catatan sejarah (fudoki) Provinsi Yamashiro yang masih tersisa. Dalam bagian Jinmyōchō dari Engishiki, nama kuil ini ditulis sebagai Inari Jinja Sanza (稲荷神社三座).

Pada tahun 1871, berdasarkan sistem derajat kepentingan kuil (Kindai shakaku seido), kuil ini ditetapkan sebagai kuil resmi (kampeisha), dan nama kuil secara resmi diganti menjadi Inari Jinja atau Kampei Taisha Inari Jinja. Seusai Perang Dunia II (1946), kuil ini berdiri organisasi keagamaan yang terdaftar sebagai badan hukum, dan terpisah dari Asosiasi Kuil Shinto yang berafiliasi dengan Ise Jingu. Nama kuil diganti menjadi Fushimi Inari Taisha, dan terus digunakan hingga sekarang.

  • Sembon Torii
    Sembon Torii
  • Patung kitsune di Fushimi Inari Taisha
    Patung kitsune di Fushimi Inari Taisha

Referensi

  1. 1 2 "Inari Shinkō". Encyclopedia of Shinto. Establishment of a National Learning Institute for the Dissemination of Research on Shinto and Japanese Culture. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-30. Diakses tanggal 3 February.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |accessyear= diabaikan (|access-date= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Fushimi Inari-taisha.
Kamboja
Laos
Malaysia
Myanmar
Singapura
Thailand
Vietnam
Cina
Jepang
Mongolia
Korea
Bangladesh
Bhutan
India
Nepal
Pakistan
Srilanka
Lainnya
Negara lain-lain
Azerbaijan
Lainnya
Lihat pula: Kuil/Candi di Indonesia, *: Kuil/Candi Buddha
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan