Selasa, 13 Oktober 2026
01:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Fungsionalisme

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Fungsionalisme adalah teori filsafat yang menganggap fenomena mental dalam kesatuan dinamis sebagai suatu sistem dari fungsi untuk pemuasan kebutuhan yang sifatnya biologis.[1] Fungsionalisme adalah teori yang menekankan bahwa unsur-unsur di dalam suatu masyarakat atau kebudayaan itu saling bergantung dan menjadi kesatuan yang berfungsi, dimulai dari doktrin atau ajaran yang menekankan manfaat kepraktisan atau hubungan fungsional. Fungsionalisme berasal dari gerakan linguistik yang beranggapan bahwa struktur fonologis, gramatikal, dan semantis ditentukan oleh fungsi yang dijalankan dalam masyarakat, dan bahwa bahasa mempunyai fungsi yang beraneka ragam.[2]

Menurut para Ahli

Menurut John J. Macionis pada tahun 1997, teori fungsionalisme adalah teori dominan dalam antropologi yang memandang budaya sebagai satu kesatuan dan memiliki konsekuensi yang menguntungkan pada individu dan masyarakat. Teori ini memandang masyarakat sebagai sistem yang kompleks yang mana bagian tersebut bekerja bersama untuk mempromosikan solidaritas dan stabilitas.

Keunggulan Teori Struktur Fungsional

Menurut Radcliffe Brown dan Bronislaw Malinowski

Struktural fungsionalisme yang menekankan pada keunggulan dari masyarakat dan menyusun para individu, dan bagaimana berbagai macam elemen fungsi struktur sosial untuk memelihara permintaan sosial dan keseimbangan.

Kelemahan Teori Struktur Fungsional

Menurut Robert King Merton

Teori fungsional memiliki beberapa kekurangan, yaitu  :

  1. Pada teori fungsional ini, potensi terjadinya suatu konflik sosial tidak dipersiapkan.
  2. Terlalu memfokuskan pada keseimbangan sosial dalam masyarakat.

Menurut Talcott Parsons

Adapun beberapa kelemahan yang ada pada teori struktur fungsional, di antaranya  :

  1. Terlalu memfokuskan pada suatu mekanisme yang dapat meningkatkan stabilitas dan keteraturan dalam sistem sosial.
  2. Teori ini terlalu kaku terutama ketika melihat suatu perubahan yang terjadi di luar sistem sosial.
  3. Teori ini terlalu memandang segala hal dari sudut pandang yang baik, sehingga konflik sosial dianggap sebagai hal yang remeh.

Menurut Emile Durkheim

Teori struktural fungsionalis memiliki empat kelemahan, yaitu  :

  1. Adanya kecenderungan inheren bahwa fungsionalisme melakukan "replikasi" masyarakat.
  2. Penjelasan tentang adanya perubahan sosial secara cepat kurang begitu jelas.
  3. Terlalu melebih-lebihkan aspek sosial dari manusia.

Menurut Michael C. Howard dan Janet Dunaif-Hattis (1992)

Teori fungsional adalah gagalnya menjelaskan kenapa masyarakat itu berbeda atau justru memiliki kesamaan. Antropolog fungsionalisme menganggap dunia tertib memberi sedikit perhatian atau bahkan tidak memberi perhatian pada kompetisi dan konflik.

Menurut Scupin dan DeCorse (1995)

Teori fungsional tidak dapat menjelaskan perubahan sosial dan budaya, sebagaimana dahulu memandang masyarakat sebagai sesuatu yang stabil dan tetap. Meskipun memiliki kelemahan, teori fungsionalisme memengaruhi perjanjian besar penelitian empiris dalam antropologi.

[3][4]

Referensi

  1. ↑ (Indonesia)Shaadily, Hasan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 3. Jakarta: Ikhtiar Baru dan Van Hoeve.
  2. ↑ "Arti kata fungsionalisme - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.web.id. Diakses tanggal 2026-02-11.
  3. ↑ Kompasiana.com (2014-04-20). "Teori Fungsionalisme". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-02-13.
  4. ↑ Aris. "Pengertian Teori Struktural Fungsional Menurut Beberapa Ahli". Diakses tanggal 2026-02-13.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan