Minggu, 04 Oktober 2026
15:33 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Fu (puisi)

Bagikan:
Fu
Hanzi tradisional: 賦
Hanzi sederhana: 赋
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: fù
- Wade-Giles: fu4
- Gwoyeu Romatzyh: fuh
Min Nan
- Romanisasi POJ: hù
Wu
- Romanisasi: fǔ
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: fu
- Jyutping: fu3

Fu (Hanzi:賦ⓘ), sering diartikan sebagai "rhapsody" atau "eksposisi puitis", adalah bentuk prosa berima dalam bahasa Mandarin yang merupakan bentuk sastra paling menonjol selama era Dinasti Han (206 SM - 220 M). Potongan-potongan Fu menjadi perantara antara puisi dan prosa di mana ekspresi terhadap suatu tempat, objek, perasaan, atau subjek lain dijelaskan dan diringkas secara rinci dan dari sebanyak mungkin segi.[1] Komponis klasik fu berusaha menggunakan kosakata seluas mungkin, dan sering memasukkan banyak kata-kata yang langka dan kuno dalam komposisi mereka.[2] Puisi Fu menggunakan sajak dan prosa secara bergantian, panjang baris kalimat yang bervariasi, aliterasi yang berdekatan, onomatopoeia, paralelisme yang lepas, dan katalogisasi yang luas pada topiknya.[3]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Cao & Knechtges (2010), hlm. 317. sfnp error: tanpa target: CITEREFCaoKnechtges2010 (bantuan)
  2. ↑ Idema & Haft (1997), hlm. 97. sfnp error: tanpa target: CITEREFIdemaHaft1997 (bantuan)
  3. ↑ Kern (2010), hlm. 91. sfnp error: tanpa target: CITEREFKern2010 (bantuan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan