Jumat, 06 November 2026
07:07 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Front rakyat

Front rakyat

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Front Populer (disambiguasi).
250px-Front_Popular%2C_Cuv%C3%A2ntul_Liber%2C_1935.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Front rakyat merupakan istilah yang merujuk pada Koalisi besar dari kelompok politik berbeda, biasanya terdiri dari sayap kiri dan sentris, yang bersatu untuk mempertahankan demokrasi melawan paham fasisme. Secara umum, front rakyat diartikan sebagai Koalisi partai sayap kiri dalam menghadapi lawan yang sama. Sering kali juga, front rakyat dapat meliputi kelompok sentris dan liberal serta kelompok sosial demokrat dan komunis.

Front rakyat (bahasa Inggris: popular front) merupakan istilah yang merujuk pada koalisi besar dari kelompok politik berbeda, biasanya terdiri dari sayap kiri dan sentris, yang bersatu untuk mempertahankan demokrasi melawan paham fasisme.[1] Secara umum, front rakyat diartikan sebagai koalisi partai sayap kiri dalam menghadapi lawan yang sama.[2] Sering kali juga, front rakyat dapat meliputi kelompok sentris dan liberal (atau "burjois") serta kelompok sosial demokrat dan komunis. Front rakyat memiliki cakupan yang lebih besar ketimbang front bersatu.

Istilah ini digunakan pertama kalinya pada tahun 1930-an, ketika komunis Eropa khawatir akan berkembangnya gerakan fasis di Italia dan Jerman. Kelompok komunis, yang sebelumnya melawan kelompok nonkomunis lainnya, kemudian menggabungkan kekuatan politik bersama lawannya dalam menangkal gerakan fasis tersebut. Dalam periode ini, negara yang berhasil menerapkan front rakyat semacam ini adalah Prancis, Spanyol, dan Chili.[1]

Referensi

  1. 1 2 "Popular Front". Oxford Reference (dalam bahasa Inggris). doi:10.1093/oi/authority.20110803100337539. Diakses tanggal 3 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Barrett, James R. (1 Oktober 2009). "Rethinking the Popular Front". Rethinking Marxism. 21 (4): 531–550. doi:10.1080/08935690903145671. ISSN 0893-5696.

Bacaan tambahan

  • Graham, Helen, and Paul Preston, eds. The Popular Front in Europe (1989).
  • Haslam, Jonathan. "The Comintern and the Origins of the Popular Front 1934–1935." Historical Journal 22#3 (1979): 673-691.
  • Horn, Gerd-Rainer. European Socialists Respond to Fascism: Ideology, Activism and Contingency in the 1930s. (Oxford University Press, 1997).
  • Mates, Lewis. "The United Front and the Popular Front in the North-east of England, 1936-1939." Diarsipkan 2012-03-28 di Wayback Machine PhD dissertation, 2002.
  • Priestland, David. The Red Flag: A History of Communism (2010) pp 182–233.
  • Vials, Christopher. Haunted by Hitler: Liberals, the Left, and the Fight against Fascism in the United States. (U of Massachusetts Press, 2014).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan