Kamis, 29 Oktober 2026
19:16 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Front Belarusia III

Bagikan:
Front Belarusia ke-3
AktifApril 1944 – Agustus 1945
Negara Soviet Union
Cabang40px-Red_Army_flag_%28Fictitious%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tentara Merah
Tipe unitGrup angkatan darat
Jumlah personel708.600 (Januari 1945)[1]
PertempuranPerang Dunia II

Front Belarusia ke-3 (bahasa Rusia:3-й Белорусский фронт) (ejaan alternatif Front Byelorusia ke-3 dan Front Belorusia ke-3) adalah sebuah front Tentara Merah selama Perang Dunia Kedua.

Front Belarusia ke-3 dibentuk pada tanggal 24 April 1944, dari pasukan yang sebelumnya ditugaskan di Front Barat. Lebih dari 381 hari di dalam pertempuran, Front Belarusia ke-3 mengalami setidaknya 166.838 personelnya tewas, 9.292 hilang, dan 667.297 personel terluka, sakit, dan radang dingin[2] saat maju dari wilayah tenggara Vitebsk di Rusia menuju Königsberg di Prusia Timur.

Operasi militer yang diikuti oleh Front Belarusia ke-3 meliputi di antaranya, Operasi Serangan Belarusia, Operasi Serangan Baltik, dan Operasi Serangan Prusia Timur.[3] Aksi yang dilakukan oleh Front Belarusia ke-3 sebagian besar berakhir dengan kemenangan, akan tetapi dari beberapa kekalahan yang terjadi salah satunya adalah selama Operasi Gumbinnen pada bulan Oktober 1944.

Front Belarusia ke-3 secara resmi dibubarkan pada 15 Agustus 1945.[4]

Komandan

Catatan kaki

  1. ↑ G. F. Krivosheev, Soviet casualties and combat losses in the twentieth century, p. 155, London: Greenhill Books, 1997.
  2. ↑ G. F. Krivosheev, Soviet casualties and combat losses in the twentieth century, p. 168, London: Greenhill Books, 1997.
  3. ↑ G. F. Krivosheev, Soviet casualties and combat losses in the twentieth century, pp. 145, 149, and 155, London: Greenhill Books, 1997.
  4. ↑ David Glantz, Companion to Colossus Reborn, p. 36, Lawrence: University Press of Kansas, 2005
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan