Kamis, 01 Oktober 2026
12:52 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Fritz London

Fritz London

Bagikan:
Fritz London
London%2CFritz_1928_M%C3%BCnchen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Fritz London (1928)
Lahir
Fritz Wolfgang London

(1900-03-07)7 Maret 1900
Breslau, Silesia, Jerman
Meninggal30 Maret 1954(1954-03-30) (umur 54)
KewarganegaraanJerman, kemudian Amerika Serikat
Dikenal karenaPersamaan London[1]
Karya tentang teori kuantum
Momen London
Gaya dispersi London;
Karier ilmiah
BidangFisika teoritis
Tempat kerjaDuke University
Universitas Berlin
Universitas Oxford
Collège de France
Pembimbing akademik
Max von Laue

Fritz Wolfgang London (7 Maret 1900 – 30 Maret 1954) adalah seorang fisikawan Yahudi Jerman dan profesor di Duke University. Kontribusi fundamentalnya terhadap teori ikatan kimia dan gaya intermolekuler (gaya dispersi London) saat ini dianggap klasik dan didiskusikan dalam buku teks standar fisika kimia. Dengan saudaranya Heinz London, ia membuat kontribusi signifikan untuk memahami sifat elektromagnetik melalui persamaan London dan dinominasikan untuk Nobel Kimia sebanyak lima kali.

Referensi

  1. ↑ London, F.; London, H. (1935). "The Electromagnetic Equations of the Supraconductor". Proceedings of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences. 149 (866): 71. Bibcode:1935RSPSA.149...71L. doi:10.1098/rspa.1935.0048.

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Fritz London.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan