Rabu, 14 Oktober 2026
00:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Fred Karno

Fred Karno

Bagikan:
Fred Karno
250px-Fredkarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Frederick John Westcott

(1866-03-26)26 Maret 1866
Exeter, Devon, Inggris
Meninggal18 September 1941(1941-09-18) (umur 75)
Nama lainFred Karno
PekerjaanKomedian balai musik & impresario teater
Pasangan menikahEdith Cuthbert (1889–1927)
Marie T. L. Moore (1927–1941)

Frederick John Westcott (26 Maret 1866 – 18 September 1941), yang lebih dikenal dengan nama panggungnya Fred Karno, adalah seorang impresario teater Inggris dari balai musik Inggris.[1] Sebagai seorang komedian slapstick, ia dikenal karena mempopulerkan lelucon melempar pai ke wajah.[2] Pada 1890an, dalam rangka meningkatkan penyensoran panggung, Karno mengembangkan sebuah bentuk komedi sketsa tanpa dialog.

Beberapa komedian balai musik yang berkarya untuknya adalah Charlie Chaplin dan murid magangnya, Arthur Jefferson, yang kemudian mengadopsi nama Stan Laurel. Orang-orang tersebut menjadi bagian dari apa yang dikenal sebagai "Fred Karno's Army", sebuah frasa yang biasanya dipakai di Inggris untuk merujuk kepada sebuah kelompok atau organisasi yang kacau. Frasa tersebut juga diadaptasi oleh para prajurit Inggris dalam sebuah lagu perang pada Perang Dunia Pertama, sebagai sebuah parodi, atau lebih tepatnya, himne The Church's One Foundation.[3] Pada Perang Dunia Kedua, frasa tersebut diadaptasi sebagai Lagu Kebangsaan Guinea Pig Club, yang baris pertamanya berbunyi "We are McIndoe's Army ...".

Referensi

  1. ↑ "Fred Karno". The New York Times. United Press International. 19 September 1941. hlm. 23. Diakses tanggal 5 Desember 2009. Westcott, an old-time comedian and veteran of the English vaudeville circuit known to show business as Fred Karno, died yesterday{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Leslie Halliwell, John Walker (2001). "Halliwell's Who's who in the Movies". p. 240. HarperCollinsEntertainment, 2001
  3. ↑ "'Trench Songs', The First World War Poetry Digital Archive". University of Oxford. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-24. Diakses tanggal 16 Oktober 2010. We are Fred Karno's army, we are the ragtime infantry. We cannot fight, we cannot shoot, what bleeding use are we? And when we get to Berlin we'll hear the Kaiser say, "Hoch, hoch! Mein Gott, what a bloody rotten lot, are the ragtime infantry"{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan