Minggu, 27 September 2026
06:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Frazil

Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Mei 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Frazil ice}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.

Frazil adalah kristal es kecil yang terbentuk secara acak dan tersuspensi dalam air dingin. Proses ini merupakan tahap awal dalam pembentukan es laut dan dapat terjadi di sungai, danau, maupun laut terbuka dengan suhu mendekati titik beku dan turbulensi tinggi.[1]

Pembentukan

Frazil terbentuk saat suhu air mencapai kondisi superdingin, yaitu berada sedikit di bawah titik beku air (0 °C) tetapi masih dalam keadaan cair. Dalam kondisi ini, agitasi dari arus atau angin menyebabkan terbentuknya kristal es kecil dalam bentuk cakram, jarum, atau struktur dendritik, umumnya berukuran kurang dari 1 mm.[2]

Kristal-kristal tersebut mengapung dalam air dan dapat berkumpul membentuk lapisan tipis es di permukaan. Jika kondisi tetap stabil, frazil akan berkembang menjadi nilas, lalu menjadi es muda, dan akhirnya menjadi es laut padat.[3]

Dampak

Frazil memiliki dampak teknis dan lingkungan yang signifikan. Dalam sistem perairan buatan seperti saluran air pembangkit listrik, frazil dapat menyumbat pipa intake, menyebabkan gangguan operasional dan potensi kerusakan.

Di sungai, akumulasi frazil dapat membentuk bendungan es yang menghambat aliran air, meningkatkan risiko banjir musim dingin, terutama pada awal musim dingin saat permukaan air belum sepenuhnya membeku.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Frazil ice". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 5 Mei 2025.
  2. ↑ "Frazil ice". National Snow and Ice Data Center. Diakses tanggal 5 Mei 2025.
  3. ↑ "Development of sea ice". Australian Antarctic Program. Diakses tanggal 5 Mei 2025.
  4. ↑ "Frazil ice causes winter floods". Vesi.fi. Diakses tanggal 5 Mei 2025.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan