Minggu, 25 Oktober 2026
09:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Frans Tutuhatunewa

Frans Tutuhatunewa

dokter asal Kerajaan Belanda

Bagikan:
Ini adalah nama Maluku, (Ambon), marganya adalah Tutuhatunewa
Frans Tutuhatunewa
250px-Frans_Tutuhatunewa_-_NL-HaNA_2.24.01.05_0_927-8922_%281975%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Presiden Republik Maluku Selatanke-4
Masa jabatan
April 1993 –17 April 2010
PendahuluJohan Manusama
PenggantiJohn Wattilete
Informasi pribadi
Lahir(1923-06-26)26 Juni 1923
Meninggal22 Oktober 2016(2016-10-22) (umur 93)

Frans Lodewijk Johannis Tutuhatunewa (26 Juni 1923 – 22 Oktober 2016[1]) adalah presiden dalam pengasingan kedua Republik Maluku Selatan. Ia menggantikan Johan Manusama dan digantikan oleh John Wattilete pada tahun 2010.[2]

Referensi

  1. ↑ Frans Tutuhatunewa's obituary (dalam bahasa Belanda)
  2. ↑ Setiawan, Kodrat (17 Agustus 2009). "Republik Maluku Selatan Bersedia Menerima Otonomi". Tempo (dalam bahasa Indonesian). Diarsipkan dari asli tanggal 20 Agustus 2009. Diakses tanggal 1 Februari 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Johan Manusama
Presiden Republik Maluku Selatan
1993—2010
Diteruskan oleh:
John Wattilete


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan