Minggu, 25 Oktober 2026
00:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Francesco Salvolini

Bagikan:

Francesco Salvolini (Faenza 1810  – Februari 1838) (juga dikenal dengan nama François Salvolini) adalah seorang sarjana hieroglif Mesir Kuno asal Italia yang bekerja sama dengan Jean-François Champollion dalam menguraikan hieroglif, tidak lama sebelum Champollion meninggal. Dia diketahui memiliki beberapa naskah hasil kerja Champollion dan telah menggunakannya sebagai dasar untuk publikasi karyanya yang diklaim sebagai hasil karyanya sendiri.

Salvolini menjadi mahasiswa Champollion pada tahun 1831, atas rekomendasi Constanzo Gazzera; setelah lulus dalam mata pelajaran bahasa-bahasa Oriental dari Universitas Bologna.[1] Di saat-saat akhir sebelum kematian Champollion yang disebabkan karena penyakit akut pada tahun 1832, Salvolini diberi akses penuh ke materi naskah-naskah yang ada di kantor Champollion yang pada saat itu menjadi mentornya.[2] Tidak lama setelah Champollion meninggal, kakak laki-laki Champollion, Jacques Joseph Champollion-Figeac mengumpulkan semua naskah-naskah adiknya itu, dan ia menyadari bahwa ada bagian-bagian penting yang hilang.[2] Kecurigaan segera terarah kepada Salvolini, tetapi ia menyangkal tuduhan yang ditujukan kepadanya.[2] Salvolini kemudian mulai menerbitkan karya-karya inovatif tentang hieroglif yang mendapat banyak pujian.[2]

Ketika Jacques Joseph Champollion-Figeac mulai menerbitkan volume pertama dari karya almarhum adiknya dengan judul Grammaire égyptienne pada tahun 1836, Salvolini semakin merasa terhina oleh komunitas akademik karena menjadi jelas bahwa ternyata tidak semua karyanya selama ini murni hasil karyanya sendiri, seperti yang ia klaim.[3]

Salvolini meninggal pada bulan Februari 1838, dan naskah-naskah Champollion yang selama ini hilang, berhasil ditemukan kembali di antara tumpukan makalahnya.[4]

Daftar pustaka

  • Analyse grammaticale raisonnée de différens textes anciens égyptiens, 1836
  • Traduction et analyse grammaticale des inscriptions sculptées sur L'Obélisque égyptien de Paris, 1837

Referensi

  1. ↑ Adkins, Lesley and Roy, The Keys to Egypt: The Obsession to Decipher Egyptian Hieroglyphs. p.283 Harper Collins. 2000. ISBN0-06-019439-1
  2. 1 2 3 4 Adkins, Lesley and Roy, The Keys to Egypt: The Obsession to Decipher Egyptian Hieroglyphs. p.290 Harper Collins. 2000. ISBN0-06-019439-1
  3. ↑ Adkins, Lesley and Roy, The Keys to Egypt: The Obsession to Decipher Egyptian Hieroglyphs. p.292 Harper Collins. 2000. ISBN0-06-019439-1
  4. ↑ Adkins, Lesley and Roy, The Keys to Egypt: The Obsession to Decipher Egyptian Hieroglyphs. p.293 Harper Collins. 2000. ISBN0-06-019439-1
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan