Kamis, 22 Oktober 2026
07:40 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Francesco II Gonzaga

Francesco II Gonzaga

Bagikan:
Infobox orangFrancesco II Gonzaga
Francesco_II_Gonzaga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran10 Agustus 1466 Suntingan nilai di Wikidata
Mantova Suntingan nilai di Wikidata
Kematian29 Maret 1519 Suntingan nilai di Wikidata (52 tahun)
Mantova Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianSifilis Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanchurch Santa Paola (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
PekerjaanCondottiero Suntingan nilai di Wikidata
Periode aktif1484 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata –  1519 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Lain-lain
Gelar bangsawanMargrave (en) Terjemahkan Kesalahan: waktu tidak sah. – Kesalahan: waktu tidak sah. (Kesalahan: waktu tidak sah. – Kesalahan: waktu tidak sah.) Suntingan nilai di Wikidata
KeluargaWangsa Gonzaga Suntingan nilai di Wikidata
Pasangan nikahIsabella d'Este (1490 (Kalender Masehi Gregorius)–) Suntingan nilai di Wikidata
AnakFederico II Gonzaga,Ippolita Gonzaga (en) Terjemahkan,Livia (Paola) Gonzaga (en) Terjemahkan,Ferrante Gonzaga (en) Terjemahkan,Eleonora Gonzaga (en) Terjemahkan,Ercole Gonzaga (en) Terjemahkan,Fernando I Gonzaga, Conte di Guastalla, Duca di Ariano (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaFederico I Gonzaga, Marquess of Mantua (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata, Margaret of Bavaria, Marchioness of Mantua (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraElisabetta Gonzaga (en) Terjemahkan, Clara Gonzaga (en) Terjemahkan, Sigismondo Gonzaga (en) Terjemahkan, Giovanni Gonzaga (en) Terjemahkan dan Maddalena Gonzaga (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan

Francesco II (atau IV) Gonzaga (10 Agustus 1466 – 29 Maret 1519) merupakan penguasa kota Mantua, Italia sejak 1484 hingga kematiannya. Francesco lahir di Mantua, ia adalah putra Marquis Federico I Gonzaga. Francesco berkarier sebagai seorang Condottiero yang bertindak sebagai komandan Venesia dari 1489 hingga 1498. Ia adalah panglima tertinggi pasukan Liga Italia dalam pertempuran Fornovo, di bawah asuhan pamandanya yang lebih berpengalaman Ridolfo Gonzaga: meskipun Francesco tidak dapat menghentikan Charles VIII dan pasukannya untuk kembali ke Prancis,[1] ia merebut Fornovo sebagai tanda kemenangan.[2] Francesco digambarkan sebagai seorang tokoh yang berperawakan "pendek, bermata besar, berhidung pesek dan sangat berani, dan dianggap sebagai ksatria terbaik di Italia".[3]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Mallett & Shaw 2012, hlm. 31.
  2. ↑ Hickson 2016, hlm. 88.
  3. ↑ Nicolle 1996, hlm. 13.

Sumber

  • Cashman III, Anthony B. (Musim panas 2002). "Performance Anxiety: Federico Gonzaga at the Court of Francis I and the Uncertainty of Ritual Action". The Sixteenth Century Journal. 33 (2).{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Ferino, Sylvia (1994). Isabella d'ESte. KHM Vienna.
  • Hickson, Sally Anne (2016). Women, Art and Architectural Patronage in Renaissance Mantua: Matrons, Mystics, and Monasteries. Routledge.
  • Mallett, Michael; Shaw, Christine (2012). The Italian Wars 1494–1559. Pearson.
  • Nicolle, David (1996). Fornovo 1495. Osprey Publishing.
  • Roeder, Ralph (1933). The Man of the Renaissance. Viking Press.

Pranala luar

Generasi dimulai dari Gianfrancesco Gonzaga
Generasi ke-1
Generation ke-2
Generasi ke-3
Generasi ke-4
Generasi ke-5
Generasi ke-6
Generasi ke-7
Generasi ke-8
Generasi ke-9
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan