Minggu, 01 November 2026
05:45 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Foulque Nerra

Foulque Nerra

Bagikan:

Foulques III (972 – 21 Juni 1040), dipanggil Nerra (yang berarti, le Noir, "yang Hitam") setelah kematiannya, merupakan Comte Anjou dari tanggal 21 Juli 987 sampai kematiannya. Ia merupakan putra Geoffroi Greymantle dan Adelaide dari Vermandois.

250px-ChristianBauer_Chateau_de_Loches_dungeon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kastil Foulques Nerra yang berlokasi di Loches

Foulques III adalah pendiri kekuasaan Angevin. Ia hanya berusia 15 tahun ketika ia menjadi ahli waris ayahandanya, memiliki temperamen yang kejam tetapi takwa, adalah bagian dari tindakan kekejaman dan juga penyesalan. Dalam tindakannya yang paling terkenal, ia membuat istri pertamanya (dan sepupu) Elisabeth dari Vendôme dibakar di atas tiang dengan busana pengantinnya, setelah ia memergokinya berselingkuh dengan seorang pengembala kambing pada bulan Desember 999. Di sisi yang lain, ia pergi berziarah sebanyak empat kali ke Tanah Suci pada tahun 1002, 1008, dan 1038 dan pada tahun 1007, membangun sebuah biara yang besar di Beaulieu-lès-Loches. Sebagai akibatnya, sejarah menyimpulkan ini tentangnya:

Foulques dari Anjou, penjarah, pembunuh, perampok, dan pembuat sumpah palsu, suatu karakter yang benar-benar kejam jahat dan menakutkan, mendirikan bukan satu melainkan dua biara besar. Foulques ini dipenuhi dengan gairah yang tak terkendalikan, sebuah sifat yang mengarah ke ekstrem. Setiap kali ia berbeda sedikit dengan tetangganya ia akan bergegas di atas wilayahnya, menjarah, merampok, memperkosa dan membunuh; tidak ada yang dapat menghentikannya, setidaknya dari semua perintah Tuhan.[1] …satu dari pejuang yang paling dahsyat pada masa abad pertengahan.[2]

Foulques menentang melawan tuntutan kebangsawanan Rennes, mengalahkan dan membunuh Conan I dari Rennes di dalam Pertempuran Conquereuil pada tanggal 27 Juni 992. Ia kemudian mengembangkan kekuasaannya atas Provinsi Maine dan Touraine.

Kekuasaan Foulques telah menghadapi ambisi kekejaman Eudes II dari Blois, terhadap siapa ia bersekutu dengan Kapetia. Pada tanggal 6 Juli 1016, ia mengalahkan Odo di Pertempuran Pontlevoy. Pada tahun 1025, setelah menangkap dan membakar kota Saumur, Foulques dilaporkan menangis, "Santo Florentius, biarkan dirimu terbakar. Aku akan membangun untukmu sebuah rumah yang lebih baik di Angers." Akan tetapi, ketika transportasi pusaka santo ke Angers terbukti sulit, Foulques mengumumkan bahwa Florentius tidak layak untuk kota udik pedesaan dan mengirimkan pusaka itu kembali ke Saumur.

Foulques juga menugaskan banyak bangunan, terutama untuk tujuan defensif. Ketika berkelahi melawan Breton dan Blesevin, melindungi wilayahnya dari Vendôme ke Angers dan dari sana ke Montrichard, ia mendirikan lebih dari 100 kastel, sel di bawah tanah, dan biara, termasuk yang berada di Château-Gontier, Loches (dinding batu), dan Montbazon. Ia membangun sel di bawah tanah di Langeais (990), satu dari kastil batu pertama. Berbagai bangunan saleh tersebut, akan tetapi, diikuti oleh tindakan-tindakan kekejaman melawan gereja.

Foulques meninggal di Metz ketika kembali dari ziarah terakhirnya. Ia dimakamkan di dalam kapel biaranya di Beaulieu. Dari istri pertamanya, Elisabeth, ia meninggalkan seorang putri, Adèle dari Anjou. Dari istri keduanya (1001), Hildegarde dari Sundgau, ia memiliki dua orang anak, Geoffroy II d'Anjou, ahli warisnya, dan Ermengarde dari Anjou, lewat siapa ia merupakan leluhur Geoffroy Plantagenet dan Plantagenet raja-raja Inggris.

Catatan

  1. ↑ Erdoes.
  2. ↑ Achille Luchaire.

Sumber

  • Bachrach, Bernard S. Fulk Nerra, the Neo-Roman Consul, 987-1040: a Political Biography of the Angevin Count. University of California Press, 1993.
  • Erdoes, Richard. AD 1000: Living on the Brink of Apocalypse, 1988
  • Fichtenau, Henry. Living in the Tenth Century, 1991.
Didahului oleh:
Geoffroy I
Comte Anjou
987–1040
Diteruskan oleh:
Geoffroy II
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan