Sabtu, 17 Oktober 2026
13:11 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Fleury-devant-Douaumont

Fleury-devant-Douaumont

Bagikan:
250px-Fleury_destroyed_village.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan yang menandai situs hancurnya desa Fleury-devant-Douaumont

Fleury-devant-Douaumont merupakan sebuah desa dan komune di département Meuse di timurlaut Prancis.

Sejak akhir Pertempuran Verdun tahun 1916, wilayah ini tidak lagi ditempati (jumlah penduduk resmi: 0) bersama dengan Bezonvaux, Beaumont-en-Verdunois, Haumont-près-Samogneux, Louvemont-Côte-du-Poivre dan Cumières-le-Mort-Homme.

Selama perang, kota ini hancur seluruhnya dan tanahnya tidak ditempati setelah memutuskan untuk tidak membangun kembali. Situs komune dipertahankan sebagai saksi perang dan ditetapkan sebagai "desa yang mati untuk Prancis" (« village mort pour la France »). Komune ini dikelola oleh sebuah dewan kotamadya beranggotakan tiga orang yang ditunjuk oleh préfet dari département Meuse.

Sebelum perang, Fleury adalah desa berpenduduk 422 jiwa yang memproduksi hasil tani dan kayu. Hari ini, menjadi wilayah berhutan dekat Tugu Peringatan Verdun. Tanda panah memandu pengunjung menuju di mana jalan dan rumah pernah berdiri.

Lihat pula

49°11′54″N 5°25′43″E / 49.19833°N 5.42861°E / 49.19833; 5.42861


Prancis

Artikel bertopik geografi atau tempat Prancis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan