Selasa, 20 Oktober 2026
21:48 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Fira Basuki

sastrawan dan wartawan Indonesia

Bagikan:
Fira Basuki
Lahir(1972-06-07)7 Juni 1972
PendidikanBachelor of Arts (Universitas Negeri Pittsburg, AS)
PekerjaanPenulis, redaktur, wartawan
Anak1
Karier kepenulisan
BahasaIndonesia
PeriodeAngkatan Reformasi (2001–sekarang)
GenreNovel
SubjekPembebasan perempuan, seksualitas
Karya terkenal140 Karakter: Kumpulan Tweets
Penghargaan terkenalKusala Sastra Khatulistiwa (2008)
Gerakan sastra
Sastra wangi

Fira Basuki yang bernama lengkap Dwifira Maharani Basuki (lahir 7 Juni 1972) merupakan seorang sastrawan dan wartawan Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai redaktur di majalah Cosmopolitan.

Pendidikan dan Karier

Setelah lulus dari SMU Regina Pacis Bogor pada tahun 1991, Fira meneruskan studi di Jurusan Antropologi, Universitas Indonesia. Setahun kemudian ia pindah ke Jurusan Communication-Journalism di Universitas Negeri Pittsburg, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Bachelor of Arts pada tahun 1995. Lalu, ia melanjutkan kuliah di Jurusan Communication-Public Relation di universitas yang sama. Ia juga sempat kuliah di bidang yang sama di Universitas Negeri Wichita.[1]

Ia pernah bekerja di majalah Dewi dan menjadi kontributor di beberapa media mancanegara, seperti Sunflower, Collegio, dan Morning Sun. Selain itu, ia juga pernah menjadi pembawa acara pada CAP-3 TV, Pittsburg, Kansas, produser paruh waktu di Radio Singapore International, dan kontributor majalah Harper's Bazaar Indonesia. Saat ini Fira Basuki menjadi executive contributor di Cosmopolitan Indonesia (MRA Media).

Kepenulisan

Fira Basuki sudah menulis karya sastra sejak menempuh pendidikan di bangku sekolah. Pada saat di sekolah menengah umum ia sudah menjuarai lomba menulis yang diselenggarakan oleh majalah-majalah, seperti Tempo dan Gadis. Selain itu, ia juga pernah mengikuti lomba yang diselenggarakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, LIPI, dan FISIP-UI.[1]

Sejak tahun 2001 Fira Basuki mulai aktif menulis novel. Novel pertamanya yang berjudul Jendela-jendela mengisahkan kehidupan pasangan suami istri dan permasalahan-permasalahan yang muncul di dalam rumah-tangganya. Dengan suksesnya novel pertama tersebut, Fira kemudian menulis lanjutan kisah dalam Jendela-Jendela dengan Pintu yang diterbitkan pada tahun 2002, dan Atap pada tahun 2003.

Pada tahun 2004, ia menerbitkan novel berjudul Rojak, yang mengisahkan seorang perempuan dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh dengan cobaan. Novel tersebut menceritakan terjadinya perkawinan campur antara Janice Wong yang merupakan keturunan Cina yang tinggal di Singapura dan Setyo Putra Hadiningrat yang merupakan keturunan Jawa yang tinggal di Yogyakarta.

Fira Basuki memaparkan penderitaan dan nasib seorang wanita sesuai dengan pengalaman dan sudut pandangnya. Berbekal pengalamannya bekerja dan menetap di luar negeri, seperti Amerika dan Singapura, ia dapat menggambarkan latar tempat dan suasana budaya dengan sangat jelas.

Bibliografi

  • Jendela-jendela (2001)
  • Pintu (2002)
  • Atap (2002)
  • Biru (2003)
  • Ms. B: "Panggil Aku B" (2004)
  • Perempuan Hujan (2005)
  • Rojak (2005)
  • The Windows (2006)
  • Astral Astria (2007)
  • 140 Karakter: Kumpulan Tweets (2012)
  • Ms. B, Jadi Mami (2005)
  • Paris Pandora (2008)
  • Wimar Witoelar: "Hell, Yeah!" (2006)
  • Alamak! (2005)
  • Ms. B, Jangan Mati (2006)
  • Cinta dalam Sepotong Roti (2005)
  • Capitan Pedang Panjang (2010)
  • Cerita di Balik Noda: 42 Kisah Inspiratif (2013)[2][3]
  • Catching Star (2014)
  • Ms. B: "Will U Marry Me" (2014)

Kehidupan Pribadi

Fira Basuki adalah ibu dari seorang putri yang bernama Syaza Calibria Galang.

Referensi

  1. 1 2 Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 979-9012-12-0 hlm. 265
  2. ↑ Penerbit PKG: Cerita di Balik Noda Diarsipkan 2017-04-10 di Wayback Machine, diakses 10 April 2017
  3. ↑ LensaIndonesia: Fira Basuki Luncurkan Buku Baru 'Cerita di Balik Noda' Diarsipkan 2017-04-10 di Wayback Machine, diakses 10 April 2017
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan