
Film tinting adalah proses penambahan warna pada film hitam-putih, biasanya dengan cara mencelupkan film dalam warna dan diwarnai dengan emulsi film. Dampaknya adalah agar seluruh penyinaran cahaya terfilter, sehingga film tersebut akan membuat sinar putih menjadi sinar beberapa warna.[1]
Film toning adalah proses menggantikan partikel perak dalam emulsi dengan garam perak berwarna, dengan bahan-bahan kimia.[2] Tak seperti film tinting, film toning mewarnai area-area tergelap, meninggalkan area-area putih yang kebanyakan tak tersentuh.
Film tinting sangat populer pada era film bisu. Pada 1920an, film tinting dipakai untuk 80 sampai 90 persen dari seluruh film.[3]
Referensi
- ↑ "Fantasia of Color in Early Cinema". silentfilm.org. Diakses tanggal 2024-06-11.
- ↑ Street, Sarah (2019-07-25). Colour Films in Britain: The Negotiation of Innovation 1900-1955 (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing. ISBN 978-1-83871-515-1.
- ↑ Koszarski, Richard (1994-05-04). An Evening's Entertainment: The Age of the Silent Feature Picture, 1915-1928 (dalam bahasa Inggris). University of California Press. ISBN 978-0-520-08535-0.
Pranala luar
Media terkait Film tinting di Wikimedia Commons- Tinting on Timeline of Historical Film Colors with many written resources and many photographs of tinted prints.
Artikel bertopik film ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |