Senin, 19 Oktober 2026
11:43 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis

Film edukasi

jenis film

Bagikan:

Film edukasi adalah sebuah film yang tujuan utamanya adalah memberi edukasi. Film edukasi sudah digunakan pada ruangan kelas sebagai sebuah alternatif dari metode belajar lainnya.

Film edukasi umumnya dapat dibagi menjadi film ilmu sosial dan geografi, yang sejak kemunculannya pada 1960an, terdiri dari film geografi-industri, travelog, dan film etnologi,[1] film sejarah, film literatur, film kesenian, dan film sosiodrama, yang umumnya bedasarkan topik seperti kesetaraan ras dan keterlibatan sipil.[2]

Kemunculan

Menentukan media yang dapat masuk kedalam kategori film edukasi merupakan topik yang kontroversial. Beberapa sejarawan menyarankan bahwa film-film edukasi pertama ditayangkan pada Sankt-Peterburg pada 1897, sementara studi lainnya menentukan bahwa film edukasi pertama terinspirasi dari film warta bertia pada 1913.[3] Bagaimanapun, ilmuwan yakin bahwa film jenis ini pertamakali muncul pada awal 1900-an.[4]

Referensi

  1. ↑ Alexander, Geoff (2014). Films You Saw in School: 1,153 Classroom Educational Films, 1958-1985. Jefferson, North Carolina: McFarland & Company, Inc., Publishers. hlm. 14–19. ISBN 978-0786472635.
  2. ↑ Alexander, Geoff (2014). Films You Saw in School: 1,153 Classroom Educational Films, 1958-1985. Jefferson, North Carolina: McFarland & Company, Inc., Publishers. ISBN 978-0786472635.
  3. ↑ Ferster, Bill (2016-11-15). Sage on the screen : education, media, and how we learn. ISBN 9781421421261. OCLC 965172146.
  4. ↑ Wehberg, Hilla. "Some Recent Developments in the Educational Film Field." The Journal of Educational Sociology 12.3 (1938): 163-66. Web.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan