Jumat, 16 Oktober 2026
00:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Filarioidea

Filarioidea

Bagikan:
Filarioidea
Cacing filaria dewasa "Loa loa"
Cacing filaria Loa loa dewasa
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Nematoda
Kelas: Chromadorea
Ordo: Rhabditida
Infraordo: Spiruromorpha
Superfamili: Filarioidea
Chabaud & Anderson, 1959
Famili
Artikel takson sembarang

Filarioidea adalah superfamili dari cacing nematoda yang bersifat parasit sejati.[1][2] Infeksi pada cacing ini menyebabkan beberapa penyakit serius, dikenal dengan sebutan filariasis. Obat yang digunakan untuk mengatasi cacing jenis ini disebut filarisida.

Kata pengantar

Filarioidea adalah jenis cacing parasit sejati dan inang definitif nya selalu hewan vertebrata, mamalia, burung, reptil atau amfibi, tapi tidak pada ikan. Inang menengah nya selalu artropoda.[3]

Kebanyakan cacing parasit ini berada pada hewan liar, khususnya pada burung, tapi ada beberapa, khususnya pada keluarga Onchocercidae, menyerang mamalia, termasuk manusia dan beberapa hewan jinak (domestik) lainnya. Kondisi yang disebabkan oleh parasit ini seperti kebutaan sungai dan kaki gajah. Penyakit ini biasanya menyerang di negara yang relatif hangat.[3]

Referensi

  1. ↑ MeSHFilarioidea
  2. ↑ "NCBI Taxonomy Browser". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-04-06. Diakses tanggal 2009-05-21. Filarioidea
    Taxonomy ID: 6295
    Inherited blast name: nematodes
    Rank: superfamily
    Genetic code: Translation table 1 (Standard)
    genetic code: Translation table 5 (Invertebrate Mitochondrial)
  3. 1 2 Janovy, John; Schmidt, Gerald D.; Roberts, Larry S. (1996). Gerald D. Schmidt & Larry S. Roberts' Foundations of parasitology. Dubuque, Iowa: Wm. C. Brown. ISBN 978-0-697-26071-0.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan